DAERAH

Bupati Batubara Sampaikan Keluhan Pengolahan Limbah B3 dan Galian C Ilegal Kepada Komisi D DPRD Sumut

Perusahaan Jangan Main Mata Pengelola Limbah

Bisanews.id-Batubara-Bupati Batubara mengingatkan kepada seluruh perusahaan yang ada didaerah itu agar tidak main mata dengan pengangkutan limbah (transporter) dalam hal pengelolaan limbah khususnya limbah B3.

“Yang namanya limbah (kotoran) pasti dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, Dinas terkait harus pantau perusahaan pengangkutan limbah. Jangan sempat ada main mata antara pengusaha dengan pengangkutan limbah,” Ujar Bupati Batubara H Zahir saat menerima kunjungan Komisi D DPRD Sumatera Utara, di Aula Kantor Bupati Batubara, di Limapuluh, pada Kamis (3/1).

Dikatakannya, untuk menanggapi permasalahan limbah, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Batubara harus benar-benar memantau dan mengawasi kegiatan tersebut.

“Yang saya pahami, nampaknya persoalan ini banyak yang kurang pas. Salah satu contoh saya pernah lihat disalah satu rumah sakit ada juga limbah medis yang tidak seharusnya dibuang ditempat pembuangan umum (biasa) namun tetap dibuang juga. Hal seperti yang harus diawasi,” katanya.

Selain permasalahan limbah, Bupati Batubara turut menyoroti permasalahan galian C yang beroperasi didaerah itu. Menurut Bupati ketiga itu, galian C di Batubara banyak yang tidak tertib bahkan tidak memiliki izin serta amdal yang jelas serta menyalahi aturan yang ada.

“Di Batubara galian C tidak tertib. Banyak yang tidak memiliki izin tetapi tetap beroperasi, aturan tentang batas (jarak) menggali misalnya jarak dari jalan, jembatan atau pemukiman kerap tidak diindahkan. Maka kita minta aparat kepolisian agar menindak tegas sesuai peraturan hukum yang berlaku”, pintanya.

Sementara Ketua Komisi D Provinsi Sumatera Utara, Ari Wibowo mengingatkan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup agar benar-benar mengawasi terkait pengelolaan limbah.

“Dinas terkait agar benar-benar awasi ini. Jangan menerima laporan atau melihat MOU saja. Khususnya jasa pengangkut limbah. Awasi mulai dari awal pengangkutan sampai dibawa kemana limbah itu,” pintanya.

Menurutnya, Untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini harus melibatkan seluruh pihak terkait. Dugaan selama ini banyaknya permainan dalam pengolahan limbah harus menjadi atensi bersama agar kedepan lingkungan di Batubara dapat terpelihara dengan baik. (MDS)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close