PENDIDIKAN

Ketua Yayasan Aswaja Batu Bara : Penyebar Hoax Bukan Golongan Orang Beriman

Bisanews.id- Penyebaran berita bohong (hoax) secara massive di media sosial belakangan ini sudah semakin marak dan memprihatinkan, Penyebaranya bahkan nyaris telah merasuki hingga merusak berbagai sendi kehidupan masyarakat sampai dipedesaan.

Ini harus dicegah sedini mungkin agar pemberitaan yang tidak benar tidak pula menyesatkan kehidupan dan peradaban manusia kedepannya.

Demikian dikatakan Ketua yayasan Ahlussunnah Waljamaan (Aswaja) Kabupaten Batubara Jasmi Assayuti, SH. MH, pada kegiatan dzikir dan do’a bersama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H pada Sabtu (24/11/2018), di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Aswaja, Desa Titi Merah, Kecamatan Lima Puluh.

Hadir, Kapolres Batubara diwakili Kabag Sumda Kompol AM Ritonga, Kepala Desa Titi Merah Darmawi, tokoh pemuda Kecamatan Lima Puluh Chairuddin Siregar, tokoh agama serta seratusan jamaah.

Dikatakan Jasmi, penyebaran hoax selain bertentangan dengan ketentuan hukum pidana, perbuatan tersebut juga dilarang oleh agama. Dan, pelaku penyebar berita bohong dipastikan tidak tergolong orang yang bermanfaat bagi orang lain dan bukan pula golongan orang yang beriman, katanya.

Senada dikatakan Kompol AM Ritonga. Mantan Kapolsek Lima Puluh ini menyebutkan penyebaran berita bohong menjelang pilpres dan pileg hampir tiap hari dihembuskan oknum-oknum tertentu, tujuannya adalah membuka aib orang lain.

Padahal kata dia, Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang. Dan perbuatan menceritakan aib orang sama dengan memakan bangkai kawan sendiri, ujarnya.

Untuk menghindari hal ini, Ritonga mengajak agar masyarakat berprilaku bijak. Tidak langsung ‘menelan mentah’ sebuah berita tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu.

“Tolong dicek kebenaran sebuah berita. Jangan asal share, sebab jika mengshare pemberitaan di medsos tanpa meneliti kebenarannya maka dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam UU ITE”, ujarnya mengingatkan.

Diera digital ini sambungnya, medsos sudah menjadi sumber penyerapan informasi bagi masyarakat. Hal itu dikarenakan hampir setiap orang sudah menggunakan Android.

“Manfaatkan dengan baik dan jangan digunakan untuk hal-hal yang beresiko.
Tidak boleh asal-asalan, walau kita tinggal dikampung tapi jangan kampungan”, ajaknya.

Pantauan Bisanews.id, selama kegiatan sempat diguyur hujan namun tidak menhambat berlangsungnya acara dan tetap berlangsung khidmat.

Al Ustadz Almuzani Alfarazi dalam tausiyahnya menekankan untuk selalu bersyukur kepada Allah dan bersholawat kepada rasulullah.

Usai tausiyah acara dilanjut dengan
zikir bersama dipandu al ustadz Budi Suherman.(THH).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close