PESONA PARIWISATA DAN BUDAYA

Bupati Batubara Bentuk Tim Peralihan Istana Lima Laras ke Pemda

Bisanews.id-Batubara-Rencana pemugaran Istana Niat Limalaras oleh pemkab Batubara bukan hanya isapan jempol belaka dan akan segera terwujud. Saat ini, sejumlah tim sudah ditugaskan Bupati Batubara Ir H Zahir M.Ap dalam rangka mempelajari proses regulasi peralihan aset bersejarah itu untuk dikelola pemda setempat.

Bupati Batubara Ir H Zahir M.Ap (kuning) saat berkunjung Keistana Limalaras beberapa waktu lalu.(foto:Thh)

Tokoh pemerhati peninggalan sejarah Taufik Abdi Hidayat yang juga ketua panitia pagelaran adat budaya melayu yang digelar di Istana Niat Limalaras sepekan lalu itu kepada awak media ini mengaku sebagai salah satu tim yang telah ditugaskan bupati Zahir untuk menjajaki proses peralihan Istana lima laras itu dengan terlebih dahulu studi banding ke Istana Siak dan Istana Maimon medan.

Ahliwaris Istana Limalaras Datuk Azminsyah ke 11 melakukan Upah-upah kepada Bupati Batubara Ir H Zahir M.Ap di Istana Limalaras

Kunjungan kerja di dua Istana yakni istana Maimon dan Kerajaan Siak di pekan baru itu dalam rangka untuk berkoordinasi dengan para ahli waris bagaimana mekanisme penyerahan aset budaya itu ke pemerintah setempat.

“Timnya sudah dibentuk, dan sudah ditugaskan ke Istana Maimon dan kerajaan Siak dalam rangka studi banding tentang adat budaya dan pelepasan hak ahli warisnya”, ujar Taufik Abdi Hidayat didepan kantor Bupati Batubara, senin (14/01/2019).

Lanjut Taufik, tim juga ditugaskan ke kementerian Budaya dan kementerian pariwisata. Kunjungan kerja ke dua kementrian itu dalam rangka untuk berkordinasi tentang regulasi dan tatacara peralihan aset budaya itu berdasarkan ketentuan peraturan dan Undang-Undang yang berlaku.

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang Melakukan upah-upah kepada Bupati Batubara Ir H Zahir M.Ap di Istana Limalaras

Sekedar diketahui, Istana Niat Lima Laras menurut sejarah mulai dibangun sejak 1907 dan selesai 1912 itu Memiliki 4 lantai serta desain tangga yang memutar, dan memiliki 28 pintu serta 66 jendela dan dihalaman depan terdapat 2 buah meriam tua.

Selama dua periode kepemimpinan Bupati OK Arya, sempat beberapa kali aset ini direncanakan untuk dialihkan ke pemerintah daerah, namun karena beberapa persoalan yang tidak dapat di komunikasikan sehingga proses peralihan aset itu tertunda.

Saat ini, setelah pemerintahan Bupati Batubara dibawah pimpinan Zahir, pemerintah daerah setempat kembali melakukan pendekatan kepada ahli waris agar Istana yang menjadi Icon daerah Melayu itu dapat dikelola oleh pemerintah setempat.

Hingga saat ini, pemerintah Batubara terus mencoba berbagai cara agar Istana Limalaras kebanggaan Masyarakat Batubara itu dapat dikelola untuk mendorong perekonomian masyarakat dengan menghadirkan destinasi pariwisata baru didaerah itu. (Thh).

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close