ASAHAN I BisaNews.id I Keluhan masyarakat terkait kondisi bahu Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang terdampak pekerjaan pemasangan pipa transmisi gas DUSEM (Dumai-Sei Mangkei) Segmen 1C mendapat respons dari pihak pelaksana proyek.
KSO Wijaya Karya–Nindya Karya selaku pelaksana proyek menyatakan terus berupaya melakukan perbaikan dan penataan kembali terhadap area yang terdampak pekerjaan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengakomodir masukan masyarakat sekaligus memastikan kondisi jalan kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Humas KSO Wijaya Karya–Nindya Karya, Erwin Syafari dalam keterangannya kepada wartawan Senin (31/8/2026) mengatakan, pihaknya memahami adanya harapan masyarakat agar kondisi bahu jalan dan area terdampak pekerjaan dapat ditata kembali dengan baik.
Menurutnya, masukan yang disampaikan warga akan menjadi perhatian dalam proses penyelesaian pekerjaan di lapangan yang saat ini dalam tahap proses pemadatan di bekas galian.
“Intinya KSO Pelaksana akan melakukan perbaikan dan penataan kembali sesuai dengan harapan bersama dan ketentuan jalan. Agar keluhan masyarakat terakomodir dengan baik,” ujar Erwin dalam keteranganya kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Ia mengatakan keberadaan proyek pembangunan jaringan infrastruktur gas ini sudah pasti akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat namun memberikan dampak yang baik untuk ke depannya salah satunya memperkuat daya saing kawasan industri di Sumut seperti KEK Sei Mangkei hingga Belawan dalam menarik investasi.
“Karena proyek ini pasti akan membuat ketidaknyamanan masyarakat di kawasan yang dilalui penanaman jaringan pipa transmisi.Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kendati demikian perusahaan tetap semaksimal mungkin mengupayakan pekerjaan ini terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah perwakilan masyarakat Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, menyampaikan laporan tertulis mengenai kondisi sejumlah titik bekas galian pipa proyek DUSEM.
Warga menyoroti kondisi bahu Jalinsum yang disebut belum sepenuhnya kembali seperti kondisi awal. Mereka juga meminta agar akses menuju rumah, tempat usaha, fasilitas kesehatan, serta sejumlah titik jalan yang terdampak pekerjaan mendapat perhatian.(KIKI)






