SERGAI | Bisanews.id | Kehadiran Alun-alun Sergai kian mempertegas perannya sebagai ruang publik terbuka yang menjadi pusat aktivitas dan kebersamaan masyarakat. Setiap sore, kawasan yang berada tepat di samping Masjid Agung Sergai, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah ini dipadati warga dari berbagai penjuru Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau menjadikan alun-alun tersebut sebagai destinasi favorit untuk menghabiskan waktu luang. Suasana yang tenang namun tetap hidup menghadirkan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin melepas penat usai beraktivitas seharian.
Hamparan ruang terbuka yang luas memberikan keleluasaan bagi warga untuk duduk santai di tepi taman, berjalan kaki mengelilingi kawasan, hingga jogging ringan sembari menikmati semilir angin sore. Di sudut lain, tampak kelompok remaja dan komunitas memanfaatkan area tersebut sebagai tempat bercengkerama dan membangun interaksi sosial.
Keberadaan pedagang kaki lima yang menjajakan aneka jajanan dan minuman turut menambah semarak suasana. Aroma makanan yang menggoda berpadu dengan canda tawa pengunjung menciptakan atmosfer khas ruang publik yang hangat dan akrab. Aktivitas ekonomi kecil ini sekaligus menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat sekitar.
Bagi keluarga yang membawa anak-anak, Alun-alun Sergai juga menyediakan area bermain yang menjadi daya tarik tersendiri. Beragam permainan menghadirkan keceriaan, terutama saat akhir pekan. Suara riang anak-anak yang berlarian di area terbuka menambah warna di tengah ruang hijau tersebut.
Syahrul (45), warga Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, mengaku rutin mengajak anak-anaknya berkunjung ke alun-alun. Menurutnya, tempat ini sangat ideal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Kalau lagi tidak sibuk, saya bersama keluarga pasti menyempatkan berkunjung ke sini. Tempatnya nyaman dan anak-anak juga senang bermain,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ia menilai Alun-alun Sergai mengalami perubahan signifikan dibanding beberapa tahun lalu. Penambahan lampu-lampu berwarna yang berjejer membuat kawasan tersebut tampak semakin cantik dan menarik, khususnya pada malam hari.
Sorotan cahaya yang menghiasi sudut-sudut taman menciptakan nuansa modern dan instagramable sehingga semakin diminati generasi muda. Menurutnya, penataan yang semakin baik menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap pentingnya ruang terbuka hijau sebagai pusat interaksi sosial masyarakat.
Syahrul berharap ke depan alun-alun tersebut dapat terus dipercantik dan dikembangkan agar semakin dikenal luas, tidak hanya oleh warga lokal tetapi juga pengunjung dari luar daerah.
“Kalau ditata lebih rapi lagi dan ditambah fasilitas, saya yakin tempat ini bisa jadi kebanggaan masyarakat Sergai,” tambahnya.
Kini, Alun-alun Sergai bukan sekadar taman kota. Keberadaannya telah menjelma menjadi simbol kebersamaan dan denyut kehidupan masyarakat. Di tengah geliat pembangunan dan perkembangan wilayah yang terus bergerak maju, ruang terbuka seperti ini menjadi oase yang mempererat hubungan sosial sekaligus menghadirkan wajah kota yang lebih ramah dan humanis.
Dengan fungsi yang kian maksimal, Alun-alun Sergai berpotensi menjadi ikon baru kebanggaan daerah, tempat bertemunya tawa anak-anak, aktivitas warga, dan harapan akan masa depan dalam satu ruang terbuka yang menyatukan.
(Her)





