Angin Puting Beliung Terjang Desa Tebing Tinggi, 13 Rumah dan 1 Sekolah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Desa Tebing Tinggi, 13 Rumah dan 1 Sekolah Rusak
Kondisi rumah warga akibat angin puting beliung di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (23/5/2025)

SERGAI | Bisanews.id | Bencana angin puting beliung melanda Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin,Kabupaten Serdang Bedagai (23/5/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Terjangan angin kencang ini menyebabkan kerusakan pada 13 rumah warga yang tersebar di Dusun IV dan dusun V, serta satu unit sekolah dasar negeri.

Menurut Kepala Desa Tebing Tinggi, Ilham, Dusun V menjadi wilayah yang paling terdampak. Dari total 13 rumah yang rusak, lima di antaranya mengalami kerusakan berat dan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka. “Sebagian besar rumah yang rusak merupakan bangunan permanen. Kami telah mengumpulkan data dari warga terdampak sebagai langkah awal penanganan,” ujar Ilham.

SDN 105420 juga tak luput dari dampak bencana. Atap seng sekolah dilaporkan terangkat oleh angin, dan beberapa bagian bangunan seperti area parkir mengalami kerusakan parah.

Pemerintah desa bersama pihak kecamatan telah bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pendataan dan koordinasi. “Kami sudah menghubungi pihak kecamatan agar bisa segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Hingga kini, bantuan belum datang, namun kami berharap dapat segera terealisasi,” tambah Ilham.

Salah satu warga terdampak, Mutiara (48), warga Dusun V Lubuk Pulai, menceritakan detik-detik terjadinya bencana. “Angin datang tiba-tiba dengan sangat kencang, lalu disusul hujan deras.Dan saya mendapat kabar bahwa atap rumah saya rusak akibat terjangan angin, kebetulan kami pada waktu itu berjualan diluar, jadi rumah dalam keadaan kosong,” tuturnya kepada media.

Turut hadir meninjau lokasi kejadian, Kepala Desa Tebing Tinggi bersama Ketua PKK, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, Dinas Sosial, Babinkantibmas, Babinsa dan relawan Tagana untuk memastikan penanganan cepat kepada korban dan kerusakan yang terjadi.

Pemerintah desa mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan terus mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.
(Herry)