MEDAN | bisanews.id | Kembali kinerja Camat Medan Helvetia di sorot warga. Kali ini keluhan warga Lingkungan XI Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, tentang kekosongan Kepling akhirnya mencuat ke ruang publik.
Kekosongan jabatan Kepala Lingkungan (Kepling) yang berlangsung hampir satu tahun itu, dinilai telah menghambat pelayanan administrasi dan menyulitkan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai urusan.
Keluhan itu disampaikan langsung warga saat kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) yang digelar anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, di Jalan Setia Luhur, Minggu (18/01/2026).
Menanggapi hal tersebut, Lurah Dwikora, Rio Rahmad Alam Siregar, SSTP, mengakui bahwa hingga kini jabatan Kepling XI memang masih kosong.
Untuk sementara, posisi tersebut hanya dijalankan oleh Pelaksana Harian (Plh) yang dijabat Kasipem Kelurahan Dwikora, Dodi.
“Belum sampai satu tahun bang, lebih kurang enam bulan. Sudah kami mohonkan ke pihak kecamatan agar segera dilakukan pengangkatan. Surat juga sudah kami layangkan, namun sampai sekarang masih menunggu arahan dari pak camat,”katanya kepada awak media, Senin (19/1/2026).
Namun pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dengan keluhan warga di lapangan.
Perwakilan warga Lingkungan XI, Gang Hidayah, Umi Alhasah, mengatakan, kekecewaannya atas lambannya proses pengangkatan Kepling yang dinilai berlarut-larut tanpa kepastian.
“Sudah hampir satu tahun kami tidak punya Kepling. Kalau ada persoalan, kami bingung harus mengadu ke mana. Banyak urusan warga jadi terhambat,” keluh Umi dengan nada kecewa.
Ia pun secara terbuka meminta bantuan kepada Dame Duma agar persoalan tersebut tidak terus dibiarkan menggantung.
“Kami mohon Ibu Duma bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Kami butuh Kepling, bukan janji,” tegasnya di hadapan peserta Sosperda.
Merespons laporan tersebut, Dame Duma Sari Hutagalung langsung bertindak cepat. Di lokasi kegiatan, ia menghubungi Camat Medan Helvetia, Junaidi Lumbangaol.
Dari percakapan yang berlangsung, camat menjelaskan bahwa calon Kepling XI yang sebelumnya terpilih mengundurkan diri dengan alasan tidak sanggup mengemban tugas.
Meski demikian, Duma menilai kekosongan jabatan tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena berdampak langsung pada pelayanan publik.
“Kalau memang calon sebelumnya mundur, jangan dibiarkan kosong. Segera cari solusi,” tegas politisi tersebut.
Duma pun meminta agar pengusulan Kepling XI dilakukan langsung oleh warga masyarakat, sehingga figur yang terpilih benar-benar berasal dari pilihan warga dan siap bekerja.
Warga Lingkungan XI pun berharap Lurah dan Camat Medan Helvetia tidak lagi saling menunggu, melainkan segera mempercepat proses pengangkatan Kepling agar pelayanan masyarakat kembali berjalan normal. (ayu)





