Dame Duma Sari Hutagalung Tampung Aspirasi Warga Gaperta Kelurahan Helvetia Tengah

Dame Duma Sari Hutagalung Tampung Aspirasi Warga Gaperta Kelurahan Helvetia Tengah
Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung terlihat penuh antusias dihadapan ratusan warga yang memadati halaman SD Negeri 064983, Jalan Gaperta, Kelurahan Helvetia Tengah, Minggu (22/2/2026) sore kemarin. (Foto : ist)

MEDAN | bisanews.id | Kegiatan Reses V Masa Sidang II Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, berlangsung penuh antusias.

Ratusan warga memadati halaman SD Negeri 064983, Jalan Gaperta, Kelurahan Helvetia Tengah, Minggu (22/2/2026) sore, untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Reses yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga selesai ini menjadi wadah curahan aspirasi warga, mulai dari persoalan banjir, drainase, minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU), akses BPJS Kesehatan, hingga kekhawatiran meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Dalam sambutannya, Dame Duma mengajak masyarakat memanfaatkan momentum reses sebaik mungkin. Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa reses merupakan sarana penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung keluhan konstituen di daerah pemilihan.

“Bapak dan ibu jangan sungkan menyampaikan unek-unek. Baik soal infrastruktur, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, maupun persoalan sosial lainnya. Semua akan kita carikan solusi bersama,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan yang telah menjabat tiga periode ini juga menjelaskan, dalam kegiatan reses turut diundang perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lurah, dan kepala lingkungan agar setiap persoalan bisa ditanggapi secara langsung

Pada sesi tanya jawab, Rosmaida, warga Jalan Perkutut Gang Mawar, mengeluhkan kondisi drainase di lingkungannya. Ia menyebutkan adanya penimbunan tanah untuk pembangunan perumahan yang menyebabkan aliran air mengarah ke Jalan Gaperta dan kerap menimbulkan banjir, padahal sebelumnya wilayah tersebut tidak pernah tergenang.

Keluhan serupa juga disampaikan Muhammad Anwar, warga Gang Haji Husein. Ia menyoroti kondisi jalan yang masih berupa tanah, tidak memiliki saluran parit, serta minimnya lampu penerangan jalan.

“Kami berharap ada perbaikan jalan dan pemasangan LPJU di gang kami,” harapnya.

Sementara itu, Jumian, warga Jalan Perkutut, mempertanyakan status BPJS Kesehatannya yang sudah tidak aktif.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Dame Duma menyayangkan masih adanya wilayah di Kota Medan yang gelap akibat minim penerangan jalan. Ia meminta Dinas Perhubungan Kota Medan segera menindaklanjuti laporan warga.

“Saya tidak ingin lagi ada jalan atau gang di Kecamatan Medan Helvetia yang gelap karena tidak ada LPJU. Dishub harus segera memasang dan memperbaiki lampu yang rusak,” tegasnya.

Perwakilan Dinas Perhubungan Kota Medan, Saleh menjelaskan, bahwa pada tahun

telah dianggarkan pemasangan serta perbaikan LPJU di seluruh wilayah Kota Medan. Ia meminta warga bersabar karena pelaksanaannya direncanakan mulai April 2026.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan LPJU yang rusak atau padam melalui lurah setempat atau kanal resmi media sosial Dishub Medan.

Terkait persoalan BPJS Kesehatan, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Devi Purwany, menyarankan warga untuk melakukan pengecekan ke kantor BPJS.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa warga Kota Medan tetap dapat memperoleh layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC).

“Cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga Kota Medan, masyarakat sudah bisa berobat gratis di puskesmas maupun rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, warga juga menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Seorang warga mengungkapkan adanya anak berusia 14 tahun di Kecamatan Medan Helvetia yang telah terjerat narkoba hingga berdampak pada kesehatannya.

Menanggapi hal tersebut, Dame Duma menyambut baik usulan sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi muda. Ia menyatakan siap memfasilitasi kegiatan tersebut dengan catatan anak-anak dan remaja dapat dikumpulkan untuk mengikuti sosialisasi pada waktu yang akan ditentukan.

Sebelumnya, Lurah Helvetia Tengah, Nikma Marbun, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses di wilayahnya.

Ia berharap kegiatan ini benar-benar membawa manfaat dan solusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan reses pun ditutup dengan foto bersama, pembagian suvenir, kue, serta nasi kotak kepada warga yang hadir. (rel/ayu)