Delapan Tim Berebut Tiket Nasional Di Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Sumut

Delapan Tim Berebut Tiket Nasional Di Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Sumut
Ketua DPC PDI Perjuangan Sergai, H. Darma Wijaya, saat berpidato di pembukaan Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Piala DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Tahun 2026 di Lapangan PT Fajar Agung, Desa Bengabing, Kecamatan Pegajahan, Senin (1/6/2026).

SERGAI – Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali dipercaya menjadi pusat kegiatan olahraga tingkat Provinsi Sumatera Utara. Kali ini, Sergai didapuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Piala DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Tahun 2026 yang resmi dibuka di Lapangan PT Fajar Agung, Desa Bengabing, Kecamatan Pegajahan, Senin (1/6/2026).

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan penuh semangat kebangsaan. Ratusan peserta, suporter, tokoh masyarakat, serta kader partai memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan dimulainya kompetisi yang menjadi ajang pembinaan talenta sepak bola muda terbaik di Sumatera Utara.

Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Komarudin Watubun, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon, Ketua DPC PDI Perjuangan Sergai H. Darma Wijaya, jajaran pengurus partai, tokoh masyarakat, serta para atlet muda yang akan berlaga selama sepuluh hari ke depan.

Dalam sambutannya, Komarudin Watubun menegaskan bahwa pelaksanaan Liga Kampung Soekarno Cup yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki makna yang sangat mendalam.

Menurutnya, 1 Juni merupakan momentum bersejarah ketika Bung Karno menyampaikan gagasan dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar rangkaian sila yang dihafalkan, melainkan jiwa bangsa, pandangan hidup, serta pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Di tengah arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta dinamika sosial dan politik yang terus berubah, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan bangsa. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Komarudin juga mengingatkan bahwa bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno, momentum untuk mengenang sekaligus meneladani pemikiran, perjuangan, dan pengabdian Sang Proklamator kepada bangsa Indonesia.

Menurutnya, Bung Karno telah memberikan teladan tentang pentingnya memiliki cita-cita besar, keberanian menghadapi tantangan, serta keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia.

“Kemerdekaan yang telah diraih harus diisi dengan kerja nyata, semangat gotong royong, kedisiplinan, dan pengabdian kepada rakyat. Semangat itu harus terus diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.

Kepada seluruh peserta turnamen, Komarudin berpesan agar menjadikan kompetisi ini sebagai wadah pembentukan karakter, bukan semata-mata ajang mengejar kemenangan.

“Tujuan utama turnamen ini bukan hanya memperebutkan piala. Yang lebih penting adalah membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, sportif, dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat. Sepak bola merupakan olahraga yang sangat dicintai Bung Karno. Dari kompetisi ini kita berharap lahir pemain-pemain muda yang suatu hari mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, menjelaskan bahwa seluruh tim yang berlaga merupakan hasil seleksi kompetisi tingkat kabupaten dan kota yang sebelumnya diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan se-Sumatera Utara.

Dari proses seleksi tersebut, terpilih delapan tim terbaik yang akan bersaing memperebutkan gelar juara sekaligus tiket menuju Liga Kampung Soekarno Cup tingkat nasional.

“Tim yang menjadi juara nantinya akan mewakili Sumatera Utara pada Liga Kampung Soekarno Cup tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang di Jawa Timur. Target kita tentu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang prestasi untuk Sumatera Utara,” ujar Rapidin optimistis.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Sergai, H. Darma Wijaya, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Serdang Bedagai sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen tingkat provinsi tersebut.

Menurutnya, kepercayaan itu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi daerah untuk terus mendukung pembinaan generasi muda, khususnya di bidang olahraga.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi kesempatan bagi Sergai untuk menunjukkan kesiapan menjadi tuan rumah berbagai event besar sekaligus memperkuat komitmen dalam mendukung lahirnya talenta-talenta muda sepak bola yang berprestasi,” ungkap Darma Wijaya.

Ia berharap turnamen berlangsung lancar, sukses, dan mampu melahirkan pemain-pemain berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Sumatera Utara di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Sumatera Utara 2026, Darma Sutra, menjelaskan bahwa sebanyak delapan tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Adapun tim peserta berasal dari Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Menurutnya, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana pembinaan dan pengembangan bakat generasi muda di bidang sepak bola.

“Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat persaudaraan. Kompetisi ini merupakan wadah bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus mempersiapkan diri menghadapi ajang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Sumatera Utara 2026 akan berlangsung mulai 1 hingga 10 Juni 2026 di Lapangan PT Fajar Agung, Desa Bengabing, Kecamatan Pegajahan.

Selain menjadi arena persaingan para pesepak bola muda terbaik Sumatera Utara, turnamen ini juga diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang nasionalis, disiplin, sportif, dan memiliki semangat juang tinggi sebagaimana nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno kepada bangsa Indonesia.

“Melalui kompetisi ini, semangat olahraga dipadukan dengan nilai-nilai kebangsaan sehingga mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul di lapangan hijau, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai penerus bangsa,” pungkasnya. (Her)