Medan | Bisanews.id | Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Batu Bara sebanyak 130 orang memasuki Asrama Haji Medan pada Minggu (12/6/2022). Acara pemberangkatan berlangsung di halaman Masjid Hasanah Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Limapuluh.
Jumlah seluruhnya sebanyak 132 orang, termasuk 2 orang adalah Ir. H. Zahir, M.AP yang saat ini menjabat sebagai Bupati Batu Bara dan istrinya Maya Indriasari SE yang saat ini menjabat Ketua PKK Kabupaten Batu Bara. Keduanya merupakan petugas Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) Provinsi Sumatera Utara yang turut bergabung dalam rombongan yang hari itu keberangkatkannya dilepas oleh Wakil Bupati yang selama Bupati di tanah suci ditugaskan menjadi Plt Bupati Batu Bara Oky Iqbal Frima SE.
“Saya ini berangkat dalam posisi sebagai TPHI Provinsi Sumatera Utara, jadi saya bertugas menjadi tim pemandu bapak-bapak dan ibu-ibu jamaah calon haji, bukan hanya untuk jamaah dari Batu Bara tetapi yang nantinya bergabung dari Kabupaten Simalungun dan Kota Padang Sidempuan,” ungkap Ir. H. Zahir, M.AP saat menyampaikan kata sambutan pada acara pemberangkatan di Masjid Hasanah Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Limapuluh tersebut.
Acara pemberangkatan dihadiri Ketua DPRD Batu Bara Muhammad Safi’i, Kakan Kemenag Batu Bara S Siregar, Ketua MUI Batu Bara, Ketua Kamar Dang dan Industri (Kadin) Batu Bara OK Faizal SE, dari Polres Batu Bara dan Kodim Asahan serta ribuan warga baik keluarga jamaah maupun warga masyarakat sekitar lokasi acara.
Pasangan Bupati dan Ketua PKK Batu Bara, Zahir dan Maya Indriasari, bergabung dalam rombongan yang diangkut dengan 4 buah bus besar dari Simpang Dolok menuju Asrama Haji Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan.

Menempuh perjalanan sejak usai sholat Dzuhur, sesampai di Asrama Haji Medan sekitar pukul 16.00 WIB Zahir dan Maya terlihat aktif membantu memandu para jamaah bahkan turut mengambilkan koper seraya mengarahkan memasuki ruang istirahat sementara dan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk selanjutnya memasuki penginapan masing-masing.
Bahkan Zahir dengan sigap membantu jamaah-jamaah seperti yang memakai kursi roda, jamaah bertongkat tetapi saat itu tampak agak lemah dalam berjalan, serta membopong (menggendong) satu jamaah lainnya yang juga sejak turun dari bus tiba-tiba tidak sanggup untuk berjalan.
Awalnya Bupati Zahir dan istrinya Maya Indriasari disibukkan memantau dan membantu mengarahkan menuju pintu ruangan pada para jamaah yang turun dari bus. Tiba-tiba seorang jamaah yang muncul di pintu bus hendak turun dengan dibnatu seorang petugas porlep mengeluh karena tidak bisa berjalan. Melihat hal itu Bupati Zahir dengan sigap berlari menghampiri dan langsung membopong (menggendong) jamaah tersebut, sehingga dibantu porlep tersebut merekapun membawanya sampai ke dalam aula dan mendudukkannya di kursi.
Belakangan jamaah tersebut diketahui bernama Sri Hartati (57) warga Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih. Ia mengaku tak menyangka yang membantunya membopong itu, selain petugas porlep, adalah bupatinya sendiri.
“Ya terkejut, yang menggendong saya rupanya Pak Bupati. Luar biasa,” ungkapnya saat ditanya bagaimana perasaannya digendong Bupati Zahir.
Menurut suaminya, Ributdakamis (59), Sri Hartati saat itu tiba-tiba mengalami kram sehingga tidak mampu berjalan. Penyakit ini memang sewaktu-waktu kambuh, sejak istrinya menderita strokre.
“Kursi roda memang sudah dibawa, tapi tadi kakinya tiba-tiba keram saat akan turun, kursi robanya masih di dalam bus belum sempat dipasang,” ujarnya.
Bupati Zahir sendiri menganggap apa yang dilakukannya adalah hal yang biasa saja, apalagi ini adalah jamaah dari kalangan warganya sendiri, dan bahkan akan ia lakukan juga kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan.
Di samping itu, posisinya saat itu adalah juga sebagai petugas TPHI sehingga juga merupakan kewajibannya untuk membantu dan melayani jamaah dalam rombongannya. Lebih dari itu, ia menyebut juga apa yang dilakukannya sesungguhnya pun bagian dari ibadah.
“Memang ada dua jamaah yang kondisinya agak lemah. Ini ibadah, harus dibantu,” ucapnya kepada wartawan yang mengerumuninya seraya memohon doakan yang terbaik dan jamaah haji khususnya rombongannya ini tetap sehat-sehat saat pergi dan begitu pula saat pulang hingga sampai ke rumah masing-masing.
Diketahui, rombongan jamaah haji dari Kabupaten Batu Bara, Simalungun dan Kota Padang Sidimpuan ini tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 3 embarkasi Medan. Rombongan akan terbang dari Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) menuju Tanah Suci pada Senin 13 Juni 2022.





