DPRD Medan Soroti Ramadhan Fair XX 2026, Minta Transparansi dan Dampak Nyata bagi UMKM

DPRD Medan Soroti Ramadhan Fair XX 2026, Minta Transparansi dan Dampak Nyata bagi UMKM
Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., MA. (Foto : ist)

MEDAN | bisanews.id | Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., MA, menanggapi pemberitaan terkait pelaksanaan Ramadhan Fair XX Tahun 2026 yang digelar
Pemerintah Kota Medan dengan total anggaran hampir Rp3 miliar.

Menurut Kasman, pada prinsipnya DPRD Kota Medan, khususnya Komisi II, mendukung penuh kegiatan positif yang bertujuan membangkitkan perekonomian masyarakat selama bulan suci Ramadan, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ramadhan Fair merupakan agenda tahunan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baik untuk mendorong perputaran ekonomi UMKM serta memperkuat syiar Islam di Kota Medan. Namun, dengan anggaran yang mencapai Rp3 miliar, tentu harus dipastikan penggunaannya transparan, efektif, dan benar-benar memberikan dampak nyata,”kata Kasman kepada wartawan kemarin.

Kasman menegaskan, Komisi II akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap pelaksanaan Ramadhan Fair XX 2026. Pengawasan tersebut mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pasca kegiatan.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan keterlibatan pelaku UMKM dari 21 kecamatan di Kota Medan agar berjalan adil dan proporsional.

“Kita ingin memastikan pelaku UMKM yang dilibatkan benar-benar merasakan manfaat, bukan hanya sebatas seremoni. Evaluasi harus dilakukan, baik dari sisi peningkatan omzet, pemberdayaan, maupun keberlanjutan usaha setelah acara selesai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kasman meminta agar seluruh rincian anggaran yang telah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan uang negara.

Menurutnya, transparansi menjadi kunci utama dalam setiap program yang bersumber dari APBD.

“Karena ini menggunakan uang rakyat, maka rakyat berhak tahu secara detail peruntukannya. Kita mendukung kegiatan ini, tapi pengawasan tetap harus maksimal,” tambahnya.

Kasman berharap Ramadhan Fair 2026 tidak hanya menjadi agenda hiburan dan seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Ia menilai, jika dikelola secara profesional dan tepat sasaran, Ramadhan Fair berpotensi menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi Kota Medan.

“Jika dikelola dengan baik, Ramadhan Fair bisa menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi Kota Medan. Tapi sekali lagi, kualitas pelaksanaan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan,” pungkasnya.

Dengan anggaran hampir Rp3 miliar, publik kini menaruh perhatian besar terhadap efektivitas pelaksanaan Ramadhan Fair XX 2026.

Transparansi, akuntabilitas, serta dampak nyata bagi UMKM menjadi indikator utama keberhasilan agenda tahunan kebanggaan Kota Medan tersebut. (rel/ayu)