Medan | bisanews.id | Dalam meningkatkan tali silaturahmi baik antar pengurus dan anggota, haruslah diciptakan walau ada perbedaan disana sini lewat dinamika kehidupan.
Apalagi Allah Tuhan yang Maha Kuasa dari segalanya, telah merancang agar mahkluk yang diciptakan saling memahami dan bisa menjaga perbedaan tersebut.
Dan Ikatan Keluarga Alumni SMP Neg 11 Angkatan 87 Medan yang sudah berjalan dua puluhan tahun lamanya lah, mampu menciptakan hal itu walau disana-sini masih banyak kekurangan.
Lalu kekurangan tersebut, dapat diatasi lewat pemikiran serta kegiatan positif yang ditebarkan kesetiap sahabat alumni seperti ketua umum serta para pemerhati yang dijalankan seluruh sahabat alumni.
Dan untuk menambah IKAL SMP Neg 11 Angkatan 87 Medan lebih memiliki jati diri yang mana punya nilai jual, maka dua pemerhati yaitu, Syahrul Rosya, ST, MM, BKP dan Edi Zainal selaku salah seorang keluarga besar owner Soto Sinar Pagi Medan menilai beberapa hal positif harus jadi point utama dan bisa dibahas dalam setiap pertemuan agar kelangsungan alumni terjaga bahkan bisa lebih erat lagi kedepan.
“Saya menilai alumni yang sudah berjalan dua puluh tahunan lebih ini sangat bagus dan baik. Sebab didalamnya diisi para pemikir-pemikir bijak seperti, H.Aja Syahri, S.Ag, M.Sos selaku Wakil Ketua PPP Sumut, Direktur RS Jiwa Sumut, Prof dr Muhammad Ildrem, drg Ismail Lubis MM, Kadispenda Labusel, Hasan Basri Harahap, SH, M. Hum, Hj. Yanizar Bahari, S.Ag, M.Pd selaku Ketua Pokjawas Madrasah Kanwil Kemenag Sumut, Raswita Sari serta para sahabat yang tak tersebutkan namanya satu persatu,”kata Syahrul Rosya selaku Ketua Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) PC Deli Serdang pada awak media ini di Medan, Senin (9/6/2025).
Menurut Syahrul, mengumpulkan sahabat yang sudah lama terpisah tidaklah mudah. Apalagi alamat kediaman sahabat alumni sudah banyak yang berpindah seperti, ikut suami bahkan pindah keluar kota karena pekerjaan.
“Maka selaku pendiri Yan Leoce Abdullah bersama beberapa teman seperti, Bebby Susanti, Edi Zainal, Eva Triana Kansrah, Ayub Kesuma, Mutia Ahmad dan Didonk serta beberapa sahabat lainnya, wajib kita beri apresiasi,” katanya serius.
Tapi ada kegiatan awal yang harus diingat bagi semua sahabat alumni yaitu, reuni global angkatan 87 dilaksanakan di Aula sekolah yang bertetanggaan dengan SMA Neg 8 Medan. Adapun kegiatan, digagas Yan Leoce Abdullah, Dyanuarsyah, M Taufik Lubis dan Syahrul Rosya.
“Dan untuk memantapkan kegiatan tersebut, terbentuk susunan dimana saya sebagai ketua dan Yance menjabat sekretaris serta Yanizar bendahara. Lalu pada pertemuan itu, juga kita sempat memberikan hadiah pada beberapa guru, selain membuat donasi untuk memperbaiki lantai anak tangga sekolah yang rusak saat itu,”ucap Syahrul yang juga termasuk pendiri alumni.
“Dan ini sejarah bagi kita selaku teman Alumni yang harus dijaga keutuhannya sampai kapanpun,” tambah Syahrul serius dimana sempat sebagai ketua sebelum Aja Syahri yang sampai saat ini menjabat ketua alumni.
Untuk itulah menyambung ucapan dari drg Ismail MM soal legalitas alumni IKAL SMP Neg 11 Angkatan 87, sudah harus dipikirkan seluruh sahabat alumni agar punya nilai jual kedepan.
“Sebab menurut saya, sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan selain pengajian rutin seperti, berqurban setiap tahun serta kegiatan sosial membantu yang sakit, kemalangan dan sebagainya. Dan istimewanya, semua kegiatan dikerjakan secara bersama oleh sahabat alumni tanpa pamrih. Seperti acara penyembelihan hewan qurban kemarin di Perguruan Sekolah Islam Azizi Jalan Kesatria Medan, tampak semua sahabat yang bermukim di Medan sekitarnya terlibat mensukseskannya,”pungkas Syahrul mengakhiri.
Sementara Edi Zainal ditempat terpisah sangat setuju yang disampaikan Syahrul Rosya untuk kemajuan alumni IKAL SMP Neg 11 Angkatan 87 Medan kedepan.
Menurut Edi, IKAL SMP Neg 11 Angkatan 87 harus punya program. Dan sangat beralasan, sebab sangat disayangkan kalau alumni yang sudah lama berdiri ini, hanya dikenal para sahabat satu sekolah saja. Sementara kalau bisa semua lapisan masyarakat harus tau serta bisa menjadi percontohan bagi alumni sekolah negeri lain di Medan dan Sumut untuk tingkat regional dan Indonesia secara nasional.
“Sebab tanpa persatuan, mustahil rasanya semua visi-misi positif dapat tercipta dengan baik. Jadi sekali secara pribadi, saya meminta kepada semua sahabat untuk mendukung setiap kegiatan ternasuk liburan sebagai obat Kebersamaan selain sosial dan sebagainya diluar keagamaan agar hubungan silaturahmi kita sesama anak2 Ikal SMP Negri XI Angkatan 87 tetap terjalin baik,” kata Edi mengakhiri. (ayu)





