Medan | bisanews.id | Pabrik sandal Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, yang terbakar langsung cepat ditangani pihak Damkar Pemko Medan.
Dengan cepatnya Damkar Kota Medan bekerja mengatasi sijago merah yang melalap pabrik swallow tersebut dapat dipadamkan dengan susah payah, akhirnya mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari anggota Komisi IV DPRD Medan yaitu, Edwin Sugesti Nasution.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja Damkar Pemko Medan yang begitu berjuang habis-habisan mengatasi kebakaran di pabrik sandal swallow beberapa hari lalu tersebut,” katanya pada media di Medan, Selasa (3/2/2026).
Dikatakan, kecepatan pihak Damkar lewat bersusah payah dikarenakan adanya Unit Pelaksana Tehnik (UPT) Pemko Medan. Artinya tidak merambat ke perumahan warga sekitarnya.
“Sebab kalau kita mengingat pada tahun-tahun sebelumnya kalau ada kebakaran disetiap kecamatan Kota Medan, kebanyakan selalu kendaraan Damkar tiba dilokasi setelah sebahagian api dipadamkan warga atau sudah menjadi puing-
puing,” ujar politikus Partai PAN Medan ini serius.
Menurutnya, jadi dengan kejadian kebakaran kemarin Dinas Damkar sudah harus sudah memikirkan upaya-upaya peningkatan program kerja yang lebih lewat pengadaan peralatan yang mumpuni.
“Ya harus menyiapkan peralatan pemadam yang lebih baik untuk memadamkan api dalam hitungan jam dan tidak seharian lagi,” ucapnya.
Disinggung soal Damkar di kecamatan, Edwin Sugesti kembali mengatakan, Pemerintah Kota Medan harus lebih insten dalam hal menjaga kenyamanan masyarakat khususnya bencana kebakaran selain bahaya-bahaya lainnya.
Dan kenyamanan warga itu tak lain, Pemko Medan harus menyiapkan anggaran bagi Damkar untuk menyediakan Becak Pemadam yang disebut APAR.
Sebab tambah Edwin dalam mengatasi kebakaran baik ditingkat kecamatan maupun lingkungan, tidak cukup dengan Damkar saja untuk mengatasi kebakaran.
“Artinya Pemko Medan melalui Dinas Damkar harus menyediakan Becak Pemadam Kebakaran (APAR) guna mengatasi kebakaran di kecamatan, kelurahan dan lingkungan sebelum mobil pemadam datang. Artinya seperti P3K kalau bicara kesehatan,” pungkas Edwin mengakhiri. (ayu)





