Medan | bisanews.id | Perhelatan Piala Dunia Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko kini sudah memasuki babak 32 besar (babak gugur).
Dipastikan bagi tim-tim yang lolos akan berupaya semaksimal mungkin bisa melaju kebabak selanjutnya guna menentukan nasib bisa atau tidak terus berlaga di ajang kompetisi sepakbola empat tahunan paling bergengsi sejagad raya tersebut.
Bayangkan saja, tim-tim tangguh seperti, Inggris, Brazil, Portugal, Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol ada dibabak paling membunuh ini bersama tiga tuan rumah, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Equador, Kolombia, Paraguay ditambah tim-tim dari benua hitam antara lain, Afrika Selatan, Ghana, Sinegal, DR Kongo, Mesir, Aljazair, Maroko, Pantai Gading dan tim baru mucul yaitu, Tanjung Verde ditambah dua utusan dari Asia Iran dan Jepang.
Tapi dari semua itu, Timnas Argentina lebih dijagokan sebagai salah satu favorit kuat juara Piala Dunia 2026. Apalagi status mereka sebagai juara bertahan dan kehadiran sang kapten Lionel Messi membuat skuad Tim Tango ini terus diperhitungkan, meskipun persaingan ketat juga datang dari tim unggulan lainnya seperti, Prancis, Inggris, dan Spanyol dan Portugal.
.
“Tim Argentina sudah terbentuk sejak lama. Faktor pelatih Scaloni sudah paham karakter lawan. Amunisi pemain Argentina semuanya mumpuni di segala lini”, kata Kepala UPT SPOBDA/SPOBNAS Dispora Sumut, H Apri Sugiarto saat ditemui di Medan, Minggu (28/6/2026).
Dikatakan, performa kapten Argentina Lionel Messi dinilai masih krusial, terbukti dengan ketajamannya saat mencetak dua gol krusial yang memastikan langkah mereka di babak 32 besar.
Messi tetap menjadi ancaman besar bagi semua tim, karena ia memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang sulit diprediksi lawan. Satu momen saja sudah cukup bagi kapten Argentina tersebut untuk mengubah jalannya pertandingan.
“Dia selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda. Saya tidak pernah membayangkan apa yang mau dia lakukan,” katanya
Samurai Biru
Sementara kehadiran skuad Jepang dengan julukan Samurai Biru, wajib untuk diperhitungkan. Apalagi dari tiga laga tim asuhan Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu mampu menahan Belanda 2-2 mengalahkan Tunisia 4-0 dan bermain seri 1-1 atas Swedia.
Hal ini membuktikan racikan Moriyasu wajib untuk diwaspadai mengingat seluruh pemain Jepang lebih mengedepankan kedisiplinan saat bertanding dilapangan hijau.
Selain itu, tim nasional Jepang sejak tahun 2018 selalu sukses bersaing di ajang Piala Dunia. Artinya Samurai Biru bisa disebut tim Kuda Hitam yang siap mematikan setiap pergerakan lawan.
Dan kelebihan Jepang adalah, bisa mempertahankan pertahanan secara dinamis saat melawan serangan berlebihan di tengah lapangan dimana hal itu akan menjadi yang sangat penting.
Karena Jepang unggul dalam mengkompres area tengah sebelum melancarkan serangan balik vertikal yang cepat, setiap keterlibatan berlebihan dari bek sayap penyerang lawan dapat membuat lebih terisolasi.
Jepang memiliki kesinambungan skuad yang luar biasa dan tingkat kerja intensitas tinggi, yang berarti setiap kelengahan konsentrasi dari akan lawan langsung dihadiahi hukuman yang agresif.
“Anak-anak Samurai Biru itu dikenal dengan disiplin taktik, kecepatan dalam transisi menyerang, dan determinasi tinggi. Meski tidak diunggulkan, Jepang memiliki rekam jejak untuk merepotkan bahkan menumbangkan tim-tim besar dunia melalui serangan balik yang efektif,” ucap Apri serius.
Menurut pandangan Apri, diajang Piala Dunia 2026 ini, seperti tim-tim yang disebutkan di atas bisa saja juara bahkan Argentina sekalipun. Namun selaku orang Asia, sudah pasti dia menjagokan salah satu utusan Asia seperti Jepang yang selalu bermain ngotot dan kencang dengan pola satu dua yang selalu membuka daerah untuk mencari peluang mencetak gol.
“Ya mudah-mudahan Jepang bisa terus melaju sampai kebabak akhir walau ada juga Iran. Namun kalau Iran, sama kita ketahui pastilah ada unsur politik agar tim Persia tersebut kalah telak,” pungkasnya mengakhiri. (ayu)





