HPN 2023 : Penuh Percaya Diri, Gubsu Edy Ramayadi Sebut Pers Tertua Lahir di Sumut

HPN 2023 : Penuh Percaya Diri, Gubsu Edy Ramayadi Sebut Pers Tertua Lahir di Sumut
Gubernur Sumut, Edy Ramayadi saat mengunjungi stand pameran Tiga Abad Pers di Indonesia menerima penjelasan DR Ichwan Azhari, Selasa (6/2/2023). (Poto, dok : Ichwan Azhari)

MEDAN | Bisanews.id | Pers tertua, bahkan yang pertama lahir merupakan pers yang ada di Provinsi Sumut, sehingga tidak salah jika pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 diselenggarakan tahun ini di Medan, Sumut.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumut, Edy Ramayadi pada acara pembukaan HPN 2023 pada Selasa 7 Februari 2023, di Medan.

“Pers tertua itu lahir di Sumut asal Padang Sidempuan, namanya Dja Endar Moeda beliaulah sebenarnya pelopor penerbitan pers pertama di Indonesia, ” ujar Gubsu Edy.

Edy Ramayadi juga menjelaskan pentingnya Hari Pers Nasional (HPN) sebagai ajang evaluasi karena pembangunan tanpa ada sosialisasi dan penjelasan konkrit dari para pers baik media cetak, sosial dan seluruh media yang ada tidaklah efektif, karena dari pers yang bisa memberikan gambaran tujuan pembangunan yang ada di Indonesia.

“Maka dalam rangka Hari Pers Nasional ini, mari kita bersemangat dan bersama untuk menghidupkan pers yang profesional, sehingga pembangunan bisa dibaca dan juga didengar ke rakyat bahkan hingga terujung negeri,” tukas Edy Rahmayadi dalam pidato pembukaannya di Gedung Serba Guna Pemprovsu, Jalan Williem Iskandar, No 9, Medan.

Edy Rahmayadi juga berharap HPN berlangsung dengan baik dan lancar hingga pada hari ketika kedatangan Presiden RI, Joko Widodo ke Medan.

“Semoga apa yang kita rencanakan dapat berjalan baik dan akan dibuka oleh Presiden RI,” tuturnya.

DJA ENDAR MOEDA : PELOPOR PERS INDONESIA YANG SEBENARNYA

Sementara itu dikutip dari laman FB Iwan Azhari sejarawan Sumatera Utara, diketahui Dja Endar Moeda merupakan tokoh pers asal Padang Sidempuan.

“Inilah sebenarnya pelopor penerbitan pers pertama di Indonesia, dan bukan Tirto Adi Suryo dari Bandung, yang selama ini ditetapkan sebagai Bapak Pers Indonesia. Kekeliruan ini harus dikoreksi, ” tulis Ichwan Azhari di akun FB nya.

Selanjutnya Ichwan menulis, nama Dja Endar Moeda puluhan tahun tenggelam dalam sejarah pers Indonesia.

Dja Endar Moeda sudah aktif, baik sebagai motor penggerak redaksi maupun sebagai pendiri, pemilik dan pemimpin redaksi berbagai koran, sebelum Tirto Adi Suryo, menerbitkan Medan Priyayi Bandung, 1907.

Dja Endar Moeda melakukan gerakan di penerbitan pers pada empat kota yakni di Padang (Pertja Barat 1892), Sibolga (Tapian Na Oeli 1900), Aceh (Pemberita Atjeh, Suara Atjeh 1906) Medan (Pewarta Deli, 1910). Koran Pertja Barat sendiri mula mula Dja Endar sebagai redaktur penggeraknya, tapi kemudian tahun 1900 dia mengakuisisinya.

Dja Endar juga tidak tanggung-tanggung menerbitkan koran berbahasa Belanda di Padang dan Medan, Sumatrache Niewsblad, yang menyebabkan dirinya terkena Delik Pers karena membongkar praktek kejahatan penjajah dalam pemberitaannya di koran berbahasa Belanda nya itu.

HPN 2023 : Penuh Percaya Diri, Gubsu Edy Ramayadi Sebut Pers Tertua Lahir di Sumut
Djarot Endar Moeda : Pelopor Pers Indonesia yang Sebenarnya. (Poto, Dok : FB Ichwan Azhari)

Bagaimana kita membayangkan gerakan dan perjuangannya mendirikan pers di empat kota itu ? Lalu sejarah Indonesia mengabaikan nya ?

Dja Endar Moeda boleh dikata adalah Bapak Pers indonesia yang sebenarnya, raja koran pada zamannya dan orang pertama yang membeli mesin cetak sendiri, menerbitkan dan memiliki koran sendiri, sebelum Tirto Adi Suryo. Sudut pandang sejarah yang keliru telah menyebabkan tokoh besar pers sekaliber Dja Endar Moeda ini luput dari narasi sejarah Indonesia.

Koran Pewarta Deli yang didirikan Dja Endar Moeda (1910) bukan hanya sekedar koran, pemberita, tapi institusi pers yang melahirkan tokoh pers seperti Adi Negoro, yang kemudian jadi pemimpin redaksi Pewarta Deli. Parada Harahap, Mohammad Said, Mangaraja Ihutan, merupakan tokoh pers yang kariernya juga terkait dengan Pewarta Deli yang dibuat Dja Endar Moeda ini.

Writer: AyEditor: Ay