Ikuti Kejurnas, Atlet Squash Sumut Targetkan Final dari Nomor Under U-17

Ikuti Kejurnas, Atlet Squash Sumut Targetkan Final dari Nomor Under U-17
Ketua Umum Pengprov Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sumut, Jimmy Sembiring saat didampingi Sekum juga Kepala Pelatih, Amansyah. (Foto : ist)

Medan | bisanews.id | Sambut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) cabang olahraga squash pada 24-28 Juni 2025 mendatang di Komplek Stadion Wibawa Mukti Bekasi Jawa Barat, Pengprov Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sumut targetkan babak final dari nomor under U-17.

Target itu dipasang tak muluk-muluk mengingat setelah usai PON XXI 2024 lalu, Pengprov Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sumut hanya memiliki beberapa atlet saja.

Pasalnya para atlet squash eks PON Sumut, sudah tak lagi eksis berlatih dikarenakan kesibukan baik itu pekerjaan karena sudah tamat dari bangku perkuliahan dan sebagainya.

“Karena sudah tamat, maka kita tak bisa menahan mereka untuk tetap berlatih mengingat ada yang ingin bekerja di Medab dan kesibukan lainnya serta pulang kampung,” kata Sekum Pengprov PSI Sumut, Amansyah di Medan, Minggu (15/6/2025).

Dikatakan, jadi saat mengikuti Kejurnas diareal komplek Stadion Wibawa Mukti Bekasih dimana terdapat gedung squash itu, PSI Sumut tak ingin muluk-muluk dalam mengikuti dua nomor yaitu, tingkat junior dan nomor under usia 17 tahun.

“Dan dinomor under U-17, kita berharap M Izzat bisa masuk final. Sedangkan untuk kelas junior, kita tak berharap banyak. Sebab keikutan dinomor ini tak lain, hanya ingin menambah jam terbang serta meperbaiki rengking. Sebab di Kejurnas tidak ada nomor ganda, beregu dan campuran. Tapi yang ada nomor perorangan, sehingga yang dinilai rangking,” ucap Amansyah yang juga dosen di FIK Unimed tersebut.

Disingung soal bantuan, Amansyah mengatakan, pihaknya sudah memohon ke KONI Sumut lewat surat dan sudah diterima hanya saja belum direspon karena baru saja melaksanakan pengukuhan pengurus.

“Artinya mata anggaran untuk Kejurnas tahun ini tidak ada, sehingga harus menggunakan swadaya sendiri. Untuk itulah, kami sekuat tenaga berupaya, sehingga kerja keras juga diharapkan mampu dibuktikan Izzat hingga kebabak final bahkan lebih,” kata Amansyah selaku kepala pelatih cabor squash Sumut.

Tapi selain Kejurnas, ada event yang paling bergengsi dimana Sumut diberi kesempatan menggelar event berkelas dunia yang rencananya akan diikuti 16 negara baik dari nagara-nagara di
kawasan Asia, Eropa dan Amerika.

“Ace Sport Management yang sudah diakui World Squash Federation. Sebab penyelenggara ini sudah selalu menggelar kegiatan,” imbuhnya.

Menurut Amansyah sendiri, PB PSI memberikan kesempatan bagi Sumut untuk menyelenggarakan event bertaraf internasional walau masih dalam tahap penjajakan mengingat siap tidak.

Dan hal ini sudah disampaikan ke Disporasu agar disikapi serius mengingat selain untuk lebih mengembangkan cabor squash ke tengah-tengah masyarakat juga sebagai lahan promosi pariwisata ke masyarakat internasional.

“Sebab saat pertemuan pertama kami versama pihak penyelenggara dengan Disporasu yang diterima Kabid PPO Disporasu, Budi Syahputra menyatakan siap mendukung. Dan bentuk dukungan adalah, silahkan memakai gedung. Sementara kita juga berharap ada lebih. Ya mudah-mudahan kita doakan ada,”pungkas Amansyah mengakhiri. (ayu)