SERGAI | Bisanews.id | Rampungnya pembangunan dan difungsikannya jalan provinsi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mendapat apresiasi luas dari tokoh masyarakat. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution atas perhatian dan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur jalan provinsi di daerah tersebut.
Salah satu apresiasi disampaikan Arfandi Setiawan, S.Pd.I, tokoh masyarakat Sei Rampah yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sergai. Ia mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jalan provinsi yang berada tepat di depan kediamannya.
“Alhamdulillah, di awal tahun 2026 ini jalan di depan rumah kami sudah mulus, cantik, dan rapi. Perubahan ini menjadi kebahagiaan serta rasa syukur yang mendalam bagi kami sebagai masyarakat,” ujar Arfandi, Rabu (14/1/2026), di Sei Rampah.
Selain kepada Gubernur Sumut, Arfandi yang juga Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sei Rampah turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sergai H. Darma Wijaya yang dinilainya aktif memperjuangkan pembangunan jalan provinsi bersama DPRD Sumut hingga akhirnya terealisasi.
Ia mengungkapkan, sebelumnya ruas Jalan Provinsi Sei Rampah–Dolok Masihul mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut kerap menyulitkan aktivitas warga.
“Kalau hujan, jalan menjadi becek dan tergenang air, bahkan sering banjir. Kendaraan kami hampir tidak pernah bersih dan aktivitas sehari-hari sangat terganggu. Sekarang kondisinya sudah sangat layak dan nyaman dilalui,” tutur Arfandi yang juga berprofesi sebagai ustaz.
Menurutnya, manfaat pembangunan jalan sangat dirasakan dalam aktivitas harian masyarakat, khususnya saat berangkat dan pulang kerja.
“Dulu butuh sekitar 12 menit untuk keluar rumah karena jalan rusak dan berlumpur. Kini hanya sekitar 2 menit dari Simpang Sei Parit dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, ia bersama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi dan kabupaten. “Semoga Bapak Gubernur Sumatera Utara dan Bapak Bupati Serdang Bedagai senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin serta terus memperhatikan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Apresiasi serupa disampaikan H. Abdul Malik, tokoh masyarakat Sergai yang juga Bendahara MUI Sergai, warga Dusun I Belidaan, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah.
“Jalan hotmix yang baru selesai dibangun ini merupakan kado terindah di tahun 2026 bagi masyarakat Dusun I Belidaan,” ujarnya.
Abdul Malik yang juga menjabat Sekretaris Umum IPHI Sergai dan Wakil Ketua Muhammadiyah Sergai mengakui, selama beberapa tahun terakhir kondisi Jalan Belidaan rusak parah sehingga menghambat mobilitas warga dan memperlambat perputaran ekonomi.
“Dengan jalan yang sudah bagus, masyarakat merasakan manfaatnya. Arus lalu lintas kembali ramai dan roda ekonomi, khususnya UMKM, ikut meningkat,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan tersebut tidak terlepas dari peran Bupati Sergai H. Darma Wijaya, Wakil Bupati H. Adlin Tambunan, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
“Sekali lagi, atas nama masyarakat kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Bupati Sergai dan Bapak Gubernur Sumut,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sergai, Abdul Rahman Purba, Kamis (15/1), menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat tiga ruas jalan provinsi di Sergai yang telah direalisasikan pembangunannya.
Pertama, peningkatan struktur Jalan Provinsi ruas Tanjung Beringin–Bandar Khalifah hingga batas Kabupaten Batubara, yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Beringin dan Kecamatan Bandar Khalifah. Pekerjaan tersebut terdiri dari empat segmen dengan total panjang efektif 3,50 kilometer dan lebar 4 meter.
Kedua, peningkatan struktur Jalan Provinsi ruas Perbaungan–Pantai Cermin yang berada di Kecamatan Perbaungan dan Kecamatan Pantai Cermin, terdiri dari tiga segmen dengan total panjang efektif 1,459 kilometer dan lebar 7–8 meter.
Ketiga, peningkatan struktur Jalan Provinsi ruas Simpang Belidaan–Dolok Masihul di Kecamatan Sei Rampah, dengan satu segmen penanganan sepanjang 1,437 kilometer dan lebar 5 meter.
“Seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dan kini dapat dimanfaatkan masyarakat,” pungkas Abdul Rahman Purba.
(Herry)





