John, Prof Agung, Kisharianto dan Ramli Tarigan Prihatin Haornas Di Sumut Hanya Ceremony Upacara

John, Prof Agung, Kisharianto dan Ramli Tarigan Prihatin Haornas Di Sumut Hanya Ceremony Upacara
Empat pengurus KONI Sumut priode 2021-2025 foto bersama usai memberi keterangan soal wafatnya dua karateka dan mirisnya pelaksanaan Haornas di Sumut

Medan | bisanews.id | Para tokoh olahraga Sumut mengaku prihatin, peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 Tahun 2025 tingkat provinsi ini terkesan kurang bergairah.

Ketua Umum KONI Sumut dua periode (2016-2021 dan 2021-2025) John Ismadi Lubis yang kini menjadi Staff Ahli Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, mengawali komentarnya saat ditemui di Medan, Selasa (9/9/2025) mengatakan, Haornas 2025 bagi Sumut ada duka mendalam, atas meninggalnya dua karateka masa depan provinsi ini asal Perguruan Shindoka, Muhammad Dhijey Lexsie (17) dan Fahri Akbar Asweet (11) akibat bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan usai mengikuti event di Padang.

“Kepergiaan Lexsie dan Fahri merupakan duka bagi masyarakat olahraga Sumut. Kita doakan semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Masa Esa,”kata pria setengah dari usianya berkecimpung di dunia olahraga ini.

John bersama Guru Besar Olahraga FIK Unimed, Prof Agung Sunarno, dan dua pengurus KONI Sumut yang lalu, Kisharianto Pasaribu serta Ramli Tarigan SH MH, juga mengapresiasi Pemprovsu memperingati Haornas dengan menggelar upacara di halaman kantor Gubsu, Selasa pagi.

Hanya saja John, Agung, Kisharianto dan Ramli Tarigan, juga mengaku prihatian, peringatan Haornas tingkat Sumut kembali hanya sekadar seremony upacara, tidak disertakan dengan bentuk kegiatan yang sifatnya dapat menjadi stimulus bagi pelaku maupun pembina atau stake holder olahraga, agar membuat olahraga provinsi ini lebih bergairah.

“Haornas 2025 seharus menjadi momentum menjadikan Olahraga Sumut lebih bergairah guna mempertahankan prestasi menduduki empat besar pada PON XXII/2028 NTT/NTB mendatang,” ujar John.

“Sepertinya sudah tiga tahun ini, Haornas di Sumut sekadar diperingati dalam bentuk upacara tanpa ada pemberian apresiasi bagi atlet, pelatih, wasit, pembina, tokoh maupun guru serta badan atau lembaga yang mendukung olahraga. Hal ini membuat kita prihatin, karena apresiasi dari pemerintah sesungguhnya sangat berarti bagi insan olahraga,”pungkas John.

Belum ada keterangan pasti dari Pemprovsu mengapa Haornas kembali tanpa pemberian penghargaan dari Pemerintah terhadap pelaku olahraga. Kalaupun efesiensi dijadikan alasan kiranya juga kurang tepat, karena hal ini bukan baru terjadi tahun ini saja, tapi sudah sejak tiga tahun terakhir.

Ketika disebutkan kondisi ini sepertinya tidak hanya terjadi di Sumut, tetapi dari tingkat pusat (Kemenpora) juga tidak semeriah ke tingkat provinsi?

Untuk itulah Prof Agung Sunarno menambahkan, semestinya dalam hal ini perlu kebijakan atau kearifan lokal dari pimpinan provinsi. Apalagi Sumut di akhir 2024 sukses menjadi tuan rumah PON XXI bersama Aceh, bahkan menduduki posisi empat besar.

Hanya saja, Pemprovsu memang dituntut bekerja ekstra keras karena pemberian apresiasi ini tidak terlepas dari anggaran.

Begitu tambah Guru Besar FIK Unimed ini, pembangunan olahraga merupakan hal tidak dapat ditepikan.

Olahraga tidak sekadar bicara kalah menang, tetapi yang terpenting adalah wadah untuk membentuk watak dan karakter anak bangsa yang sportif, tangguh. memiliki daya saing dan berjiwa kompetitif.

Di akhir komentarnya, John, Agung, Kisharianto dan Ramli kembali mengucapkan Selamat Hari Olahraga Nasional bagi seluruh insan olaraga provinsi ini. (ayu)