Medan | bisanews.id | Dalam mengedepankan program pemerintah agar para generasi muda terhindar dari bahaya narkoba dan bahaya lainnya, maka olahraga masyarakat bersifat hiburan perlu dikembangkan kembali.
Salah satu olahraga maayarakat itu adalah, gulat tangan yang akrab disebut panco. Untuk itulah Persatuan Olahraga Gulat Tangan (FOGTI) Sumut siap menggelar kejuaraan gulat tangan secara terbuka pada 25-26 April 2026 mendatang.
Ketua Umun POGTI Sumatera Utara, Dr (c) Rico Goncalwes Sirait, SH, MH, CPM, CRA di Medan, Senin (6/4/2026) mengatakan, kejuaraan yang dilangsung di Alun-alun Lapangan Astaka Disporasu Jalan Willem Iskandar Medan Estate Kabupaten Deliserdang memperebutkan Piala Gubsu ditambah uang pembinaan pulutan rupiah. Dan kejuaraan ini dibuka sscara gratis untuk umum.
“Jadi jangan lewatkan, sebab olahraga masyarakat yang dulunya ini selalu dilakukan tanpa hadiah, kini digelar memperebutkan Piala Gubsu ditambah puluhan juta uang pembinaan,” kata Rico serius.

Dikatakan, event olahraga gulat tangan yang sempat redup di tengah-tengah masyarakat beberapa tahun lalu, kini akan dihidupkan kembali bahkan eventnya direncakan akan dilaksanakan secara berkesinambungan.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumut soal rencana akan menggelar event olahraga gulat tangan yang lebih dikenal panco tersebut. Ya puji Tuhan KORMI Sumut msndukung penuh mengingat olahraga masyarakat juga dapat menghindari generasi muda dari bahaya narkoba dan kejahatan lainnya,” ucap Rico yang juga direncanakan akan dipercaya sebagai Kabid Binpres Cabor Angkat Berat Provinsi NTT dalam menyukseskan PON XXII 2028 mendatang.
Menurutnya, olahraga sudah mendarah daging ditubuhnya. Jadi demi mensukseskan atau mengembangkan olahraga, ia siap melakukan hal positif. Salah satunya menjabat sebagai ketua umum olahraga gulat tangan daerah ini.
“Saya tidak haus dengan sebutan ketua, tapi kalau ingin menjadikan olahraga itu lebih dekat ke hati masyarakat, maka saya siap menjabatnya walaupun itu hanya cabor masyarakat yang tak berlaga diajang seperti PON, “pungkas Rico mengakhiri. (ayu)





