SERGAI | Bisanews.id | Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia, Hasan Nasbi, melakukan kunjungan kerja ke Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, untuk meninjau pelaksanaan Program Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), Rabu (30/7/2025).
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Deputi I Kantor Staf Presiden, Ketua Gempita Alfonso, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Dalam sambutannya, Hasan Nasbi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program-program strategis nasional, khususnya terkait pemenuhan gizi anak melalui program makan bergizi gratis. “Kita perlu pemahaman yang sama dari pusat hingga ke daerah agar langkah kita seiring sejalan. Presiden Prabowo Subianto menjalankan program-program strategis yang sudah dirancang dalam naskah akademik sejak belasan tahun lalu,” ujar Hasan.
Ia menyoroti pentingnya percepatan pelaksanaan program makan bergizi gratis, yang menurutnya telah tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Jepang, Inggris, dan bahkan India.
“Jepang memulai program makan bergizi gratis bagi anak sekolah hanya 2-3 tahun pasca bom atom. Inggris sudah mulai sejak 1905. India yang PDB-nya separuh Indonesia, sudah menjalankan program ini sejak 30 tahun lalu,” jelasnya.
Hasan menegaskan bahwa program ini tidak hanya penting untuk pemenuhan nutrisi anak, tetapi juga memiliki dampak luas bagi ekonomi masyarakat lokal. Ia mendorong keterlibatan sektor swasta serta kolaborasi lintas sektor.
“Dapur makan ini bukan sekadar tempat memasak. Makanan yang disediakan harus memenuhi minimal sepertiga kebutuhan kalori harian anak dan tetap enak. Kalau tidak enak, makanan tidak akan dimakan. Ini bukan soal serapan anggaran semata, tapi soal keberhasilan program,” tambahnya.
Program makan bergizi gratis menurut Hasan juga memberi peluang kerja bagi masyarakat lokal dari pengelola dapur, petani, peternak, hingga pemasok bahan makanan. Ia menekankan bahwa bahan makanan harus berasal dari wilayah sekitar agar belanja pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Hasan Nasbi menyampaikan bahwa pemerintahan saat ini tidak hanya membangun secara fisik dan ekonomi, tetapi juga tengah menjalankan empat “perang besar” yang dicanangkan Presiden: perang melawan narkoba, judi online, korupsi, dan kemiskinan struktural.
“Kalau kita tidak perang terhadap narkoba dan judi online, percuma kita kasih makan dan pendidikan gratis. Anak-anak kita tetap bisa rusak. Semua program hari ini berskala besar. Makan bergizi gratis menyasar 82 juta anak. Pemeriksaan kesehatan gratis menyasar 200 juta rakyat. Ini langkah besar,” tegasnya.
Ia juga menyinggung program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin yang bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk sekolah meskipun pendidikan sudah digratiskan.“Program-program ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Tapi semua ini butuh dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak swasta dan organisasi kemasyarakatan,” tutup Hasan.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, perwakilan Kapolda Sumatera Utara, Deputi I Kantor Staf Presiden Tigor Pangaribuan, Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, unsur Forkopimda, serta para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Utara. (Herry)
Teks Foto: Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia, Hasan Nasbi, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, untuk meninjau pelaksanaan Program Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), Rabu (30/7/2025).





