Ketua PS Rajawali Bantah Pernyataan Ketua APPSBI Sumut Terkait Keberangkatan Kontingen ke FORNAS VIII

Ketua PS Rajawali Bantah Pernyataan Ketua APPSBI Sumut Terkait Keberangkatan Kontingen ke FORNAS VIII
Suasana bahagia bersama Ketua APPSBI Sumut Irwan SH.C.Med dalam persiapan keberangkatan Fornas VIII NTB 2025

SERGAI | Bisanews.id |  Ketua Perguruan Silat (PS) Rajawali Herry Suheiri saat memberikan bantahan keras atas klarifikasi yang disampaikan Ketua Asosiasi Pencak Silat Seni Budaya Indonesia (APPSBI) Sumatera Utara terkait polemik keberangkatan kontingen ke Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII di Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (28/7/2025)

Dalam pernyataannya, Ketua PS Rajawali menyampaikan beberapa poin yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

1. Dana KORMISU Hanya untuk Satu Orang, Tapi Kontingen Mandiri Didaftarkan Lebih Banyak

Ketua PS Rajawali menjelaskan bahwa sejak awal Ketua APPSBI Sumut telah menyampaikan bahwa dana dari Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Sumatera Utara (KORMISU) hanya tersedia untuk satu orang peserta. Namun, Ketua APPSBI Sumut tetap mendaftarkan lima nama sebagai kontingen mandiri:

Ketua APPSBI Sumut sendiri (sebagai juri FORNAS, mandiri)

Herry Suheiri (ofisial, mandiri)

Arianto (pelatih, mandiri)

M. Hafiz Maulana (penggiat pencak silat, mandiri)

M. Fauzil Fahri (penggiat, dibiayai)

“Ketua menyampaikan kepada kami bahwa seluruh nama tersebut dipastikan berangkat. Saya sendiri hanya ditugaskan untuk mencari dana tambahan dengan menyebar proposal,” ujar Ketua PS Rajawali.

2. Biaya Mandiri Tidak Pernah Disampaikan di Awal

Pihak PS Rajawali juga membantah klaim bahwa seluruh atlet dan ofisial telah menyetujui keberangkatan secara mandiri. Menurutnya, informasi tersebut tidak pernah disampaikan oleh Ketua APPSBI Sumut sejak awal.

“Kalau sejak awal disampaikan bahwa keberangkatan harus dengan dana pribadi, tentu kami tidak akan sanggupi. Bahkan kami sempat menyampaikan kepada KORMI Sergai bahwa kontingen silat Sergai batal berangkat. Namun, menjelang penutupan pendaftaran, Ketua APPSBI Sumut justru mendaftarkan kami sendiri dengan rekomendasi dari beliau,” tambahnya.

3. Tiket Keberangkatan Terlambat Dipesan

Terkait kesulitan memperoleh tiket pesawat, Ketua PS Rajawali menilai hal itu terjadi karena pemesanan dilakukan terlalu dekat dengan hari keberangkatan.

“Ketua APPSBI Sumut seolah ingin membersihkan namanya dengan mengatakan kami diingatkan berkali-kali. Tapi bagaimana mungkin kami membeli tiket dengan uang sendiri dalam kondisi ekonomi seperti ini? Ketua sendiri tahu kondisi kami,” tegasnya.

4. Hanya Ketua yang Berangkat, Kontingen Ditinggalkan

Meski telah didaftarkan secara resmi dan dijanjikan akan diberangkatkan, pada kenyataannya hanya Ketua APPSBI Sumut yang berangkat ke NTB. Para atlet dan ofisial lainnya tidak diberangkatkan dan merasa ditinggalkan tanpa penjelasan.

5. Penggunaan Dana Pribadi Tidak Pernah Diketahui

Terkait pernyataan bahwa keberangkatan Ketua menggunakan dana pribadi, Ketua PS Rajawali mengaku tidak mengetahui perihal penggunaan dana organisasi karena tidak pernah ada transparansi dari pihak APPSBI Sumut.

6. Soal Anggaran, Pernah Dinyatakan Sudah Tidak Ada Masalah

Ketua PS Rajawali juga menyinggung pernyataan Ketua APPSBI Sumut soal anggaran keberangkatan yang disebut belum cair. Menurutnya, Ketua APPSBI Sumut sebelumnya menyampaikan bahwa dana keberangkatan dari KORMISU sudah selesai dan akan dicairkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan Sumatera Utara (Disporabud Sumut), sehingga tidak ada kendala.

“Kalau memang dana tidak cair, kenapa dari awal mengatakan tidak ada masalah?” pungkasnya. (Herry)