Medan | bisanews.id | Mantan pengurus KONI Sumut dan pengurus era 2020-2025, Ketua John Ismadi Lubis bersama pengurus prihatin dengan musibah eksekusi rumah maestro gulat Asmara Dhana bersama istrinya Darwita.
Untuk itulah, John berharap persoalan ini mendapat solusi terbaik dari pihak khususnya dari Pemkab Deliserdang yang berkolaborasi dengan pengembang.
“Sesama insan olahraga kita sangat prihatian atas musibah ini. Asmara Dhana yang akrab dipanggil Ayah, adalah orang tuanya masyarakat olahraga Sumut. Ia sudah banyak melahirkan pegulat berprestasi nasional bahkan internasional. Karenanya kita berharap persoalan yang dihadapinya segera mendapatkan jalan keluar terbaik,”kata John Lubis saat melakukan kunjungan silaturahim ke rumah kontrakan Asmara Dhana di Jalan Perhubungan Gang Pribadi Desa Laut Dendang Kabupaten Deliserdang, Jumat (16/5/2025) sore.
John yang dalam kunjungannya didampingi Drs TP Sihombing dan Dr Mesnan M.Kes serta para wartawan peliput Olahraga SIWO PWI Sumut juga berharap Pemprovsu terkhusus lagi Bupati Deliserdang dr H Asri Ludin Tambunan dapat mengambil kebijakan membantu persoalan yang dihadapi Asmara Dhana.
John dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan harapannya agar Asrama Dhana dan keluarga tetap tegar menghadapi cobaan ini.
“Semua kita tetap sehat Ayah,“ ujar John kepada Asmara Dhana sembari saat menyerahkan “ingot-ingot”.
Kehadiran John Lubis dan rombongan membuat Keluarga Asmara Dhana haru dan sukacita.
Istri Asmara Dhana, Darwita yang juga mantan atlet balap sepeda dan tenis meja Sumut, bahkan tidak mampu menahan tangis.
Apalagi, Drs TP Sihombing (Wakil Bendahara KONI Sumut di kepengurusan John Ismadi Lubis), ternyata adalah, abang kelas kelasnya saat di SMA era 1960-an lalu.
“Pak Hombing ini abang kelasku. Dari dulu baik kali ini orangnya,”kata Darwita yang harus duduk di kursi roda karena sejak tiga bulan lalu kaki kanannya patah akibat terjatuh.
Eksekusi
Asmara Dhana beserta keluarga, sejak Jumat (9/5/2025) lalu harus beranjak dari kediamannya di Jalan RS Haji Medan Estat, sejalan dengan eksekusi pihak pengembang.
Setelah eksekusi tersebut, mantan pelatih gulat nasional berusia 83 tahun ini, sempat mandah di kediaman koleganya di kawasan Kompleks TVRI Medan Tembung. Dan sejak Kamis (15/5/2025) mengontrak rumah petak di kawasan Jalan Perhubungan Laut Dendang.
“Terimakasih kepada Pak John, Pak Hombing, Pak Mesnan serta para wartawan olahraga atas kunjungannya. Kehadiran kalian menjadi spirit tersendiri bagi kami. Doakan kami tetap tegar menghadapi persoalan ini,”kata Asmara Dhana yang sudah banyak melahirkan pegulat hebat seperti, Jujur Simatupang, Edy Lubis (Alm), Yusrianto, Josua Sinurat, Mangasi Simagungsong, Daslan Gultom, Basri Sihotang dan lainnya. (ayu)





