Media Diminta Hentikan Berita Polemik Gubsu Dan Wagubsu

Media Diminta Hentikan Berita Polemik Gubsu Dan Wagubsu
Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah. (Foto : Dok. LSM Gempur Sumut/Ayub/Bisanews.id).

MEDAN | Bisanews.id | Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur Sumut, T Bagus Halim didampingi Sekjend T Syahputra, dan Biro Lapangan Fahrul Rozi, meminta semua pihak, khususnya media cetak dan elektronik, serta aplikasi online, seperti TikTok atau YouTube, agar menghentikan segala tampilan berita terkait polemik antara Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah

Hal itu disampaikan Bagus yang juga Ketua Harian Pemuda Melayu Indonesia Sumut, di Medan, Sabtu (10/6/2023).

Menurut dia, segala pemberitaan miring tersebut akan mengundang kericuhan di tengah-tengah masyarakat Sumut.

Sekjend LSM Gempur, T Syahputra menambahkan, pada 2024 mendatang suhu politik akan terasa panas, karena akan terjadi pesta demokrasi, seperti pilpres, pileg, dan pilkada secara serentak di seluruh Indonesia.

Untuk itu, dia memohon semua pihak, khususnya media, agar jangan ada lagi berita yang menjurus mengompori, sehingga kedua pemimpin tersebut bisa terpecah. Sebab, masyarakat Sumut yang majemuk bisa saja terpengaruh dan menimbulkan permusuhan satu dengan lainnya.

Dikatakannya, isu pecah kongsi antara Gubsu Edy Rahmayadi dengan Wagubsu Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, saat ini telah menjadi trending topik di tengah-tengah warga Sumut, bahkan di tingkat nasional. Apalagi, dikabarkan kedua tokoh itu saling sindir, agar terlihat jelas ketidakharmonisannya.

Padahal, lanjutnya, itulah sebenarnya demokrasi positif, setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya walau terlihat seperti terjadi perpecahan.

Menurut dia, Edy dan Ijeck selalu santun, santai, dan tenang dalam mengeluarkan pendapat. Mengingat kedua tokoh itu merupakan orang yang taat beragama.

Kembali ke Bagus. Dia menilai, mungkin karena keduanya sama-sama ingin mencalonkan diri menjadi gubernur pada periode lima tahun mendatang, sehingga bagi kelompok tertentu membuat polemik dengan mengatakan telah terjadi pecah kongsi antara Edy Ramayadi dan Ijeck.

Baca Juga:  Warga Binaan Rutan Perempuan Medan Khatam Qur'an

Padahal, lanjutnya, itu biasa terjadi. Bukan di tingkat regional dan nasional saja, tapi di belahan dunia manapun selalu terjadi.

Dia berharap kepada semua pihak agar jangan disalahartikan, tapi mari sama-sama menjaga sikap yang baik.

Dia mengatakan, pihaknya akan membuat acara syukuran dengan menepungtawari kedua tokoh tersebut sebagai tanda terima kasih telah memimpin Sumut selama lima tahun, juga untuk menghilangkan dugaan pecah kongsi antara keduanya.

Writer: AyuEditor: Abdul Muis