SERGAI | Bisanews.id | Semangat persaudaraan, sportivitas, dan kecintaan terhadap olahraga tradisional mewarnai laga persahabatan sepak takraw yang digelar di Lapangan Replika Sultan Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Minggu (25/1/2026).
Sejak pagi hari, lapangan pertandingan dipadati atlet, ofisial tim, serta masyarakat yang datang memberikan dukungan. Riuh tepuk tangan dan sorakan penonton mengiringi setiap laga, menambah semarak pertandingan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Turnamen yang dikemas dalam nuansa silaturahmi ini menjadi ajang berkumpulnya para pecinta sepak takraw dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan sekitarnya. Selain berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antaratlet sekaligus mengasah kemampuan teknik dan mental bertanding.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Serdang Bedagai, Usman Effendi Sitorus, S.Ag., M.SP. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sepak takraw tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mencari juara, tetapi juga mempererat persaudaraan. Sepak takraw adalah olahraga rakyat yang menyatukan. Dari sinilah diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Sergai hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sergai, Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa turnamen persahabatan ini awalnya diikuti 12 tim dari sejumlah kabupaten/kota. Peserta berasal dari Serdang Bedagai (3 tim), Aceh Timur (1 tim), Langkat (1 tim), Deli Serdang (1 tim), Batu Bara (2 tim), Simalungun (2 tim), serta Asahan (2 tim). Namun, dua tim dari Asahan berhalangan hadir.
“Meski ada peserta yang batal datang, antusiasme atlet tetap tinggi dan pertandingan berlangsung seru serta penuh semangat. Sesuai konsep awal, ini adalah ajang silaturahmi,” jelasnya.
Sepanjang pertandingan, penonton disuguhkan aksi-aksi menarik khas sepak takraw, mulai dari smash keras, blocking rapat di depan net, hingga servis tajam yang berulang kali mengundang decak kagum. Meski persaingan berlangsung ketat, sportivitas tetap dijunjung tinggi. Para pemain saling memberi semangat dan berjabat tangan usai pertandingan.
Hasil akhir turnamen menempatkan tim tuan rumah Serdang Bedagai sebagai Juara I dan Juara II, sementara Juara III diraih oleh tim dari Kabupaten Batu Bara. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan potensi besar atlet-atlet sepak takraw Sergai.
KONI Sergai menilai kegiatan seperti ini memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet, khususnya usia muda. Semakin sering kompetisi digelar, semakin terasah kemampuan teknik, fisik, dan mental bertanding para pemain.
Usman Effendi berharap, dari lapangan sederhana tersebut kelak lahir atlet-atlet yang mampu bersaing di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kami di KONI siap mendukung pembinaan berkelanjutan. Sepak takraw memiliki potensi besar di Sergai, tinggal bagaimana konsistensi kita dalam menggelar event seperti ini,” tegasnya.
Menjelang sore, rangkaian kegiatan ditutup dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Senyum puas terpancar dari wajah para atlet dan panitia. Ajang ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi perekat sosial lintas daerah, sekaligus menumbuhkan harapan agar turnamen persahabatan sepak takraw di Sergai dapat digelar secara rutin setiap tahun.
(Herry)





