SERGAI | Bisanews.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) melaksanakan agenda pra survei dan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan riset kerentanan pesisir serta pemulihan ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir Kabupaten Serdang Bedagai.
Kegiatan pra survei dilaksanakan pada Senin, tanggal 25 Mei 2026 di sejumlah kawasan pesisir Serdang Bedagai. Selanjutnya, FGD digelar pada Selasa (26/5/2026) di Aula Bapperida Kabupaten Serdang Bedagai sebagai bagian dari upaya penyusunan kajian ilmiah yang akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut menghadirkan delapan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berasal dari berbagai bidang keilmuan. Tim peneliti dipimpin oleh Koordinator Peneliti, Koko Ondara, Amd.Kom., S.Si., M.T., dari Pusat Riset Oseanografi, bersama Dr. Rijanto Hutasoit, M.Sc., dari Pusat Riset Peternakan.
Selain tim peneliti BRIN, kegiatan ini juga dihadiri unsur perangkat daerah terkait, perwakilan kecamatan dan desa wilayah pesisir, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Serdang Bedagai, serta Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai instansi vertikal.
FGD dipimpin oleh Kepala Bapperida Kabupaten Serdang Bedagai, Romian Parulian Siagian, S.STP., M.Si., yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi.
Dalam forum diskusi, berbagai isu strategis kawasan pesisir menjadi fokus pembahasan, mulai dari abrasi pantai, ancaman banjir rob, degradasi ekosistem pesisir, hingga kebutuhan penyusunan sistem mitigasi berbasis data ilmiah dan spasial guna memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Salah satu instrumen yang direncanakan digunakan dalam penelitian ini adalah Coastal Vulnerability Index (CVI) atau Indeks Kerentanan Pesisir. Metode tersebut akan dimanfaatkan untuk memetakan tingkat kerentanan kawasan pesisir secara lebih rinci sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan penyusunan program pembangunan yang adaptif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Selain mengkaji tingkat kerentanan pesisir, forum juga membahas strategi pemulihan ekosistem terumbu karang melalui pendekatan konservasi berbasis masyarakat, rehabilitasi lingkungan pesisir, serta pengembangan potensi ekonomi biru dan wisata bahari berkelanjutan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam arahannya, Kepala Bapperida Sergai menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, integrasi data, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, kalangan peneliti, dan masyarakat. Menurutnya, kerja sama yang kuat menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola wilayah pesisir yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Serdang Bedagai.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Serdang Bedagai berharap hasil riset yang disusun bersama BRIN dapat menjadi landasan ilmiah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pesisir yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan pesisir di masa mendatang. (Her)





