Medan | bisanews.id | Mengingat semakin ibarat mati surinya olahraga sepak bola akibat ketiadaan sarana, telah menjadi perhatian khusus.
Sorotan tajam itu datang dari H Iswanda Ramli S.E yang merupakan anggota DPRD Medan dari Fraksi Demokrat.
Iswanda yang akrap disapa Nanda Ramli menilai saat ini persepak bolaan di Medan khususnya ibarat mati suri diakibatkan minimnya sarana bagi anak usia dini yang ingin bermain sepak bola.
“Bisa kita lihat saat ini skuad saja PSMS Medan lebih banyak diisi bukan berasal dari putra daerah. Sementara dari Medan sendiri, bisa dihitung pakai jari dan mungkin bisa-bisa tak ada sama sekali,” katanya saat ditemui di Medan, Sabtu (14/2/2026).
Dikatakan, PSMS saat ini tidak seperti yang dulu dimana fanatisme warga Medan khususnya dan Sumut pada umumnya sudah berkurang.
“Apalagi dikepengurusan sekarang mungkin sudah tidak ada lagi mantan yang pernah mengharumkan nama baik PSMS duduk dikepengurusan,” ucapnya serius.
“Jadi untuk menciptakan pemain handal sebagai cikal bakal pemain PSMS Medan, maka Sekolah Sepak Bola (SSB) harus hidup kembali agar lebih semarak pembinaannya,” ujarnya serius.
Menurutnya, seperti tahun-tahun sebelumnya kompetisi antar SSB selalu digelar baik ditingkat kabupaten kota maupun tingkat Sumut dan berakhir ke ajang nasional.
“Kita lihat saja klub-klub sepak bola besar, pastilah memiliki pembinaan usia dini. atau klub yang bernaung di bawah bendera PSMS Medan dulunya selalu membuat kompetisi antar klub Ayam Kinantan, sehingga melahirkan pesepakbola mumpuni,” pungkas Nanda mengakhiri.
Sementara Kadispora Medan, T Chairunisa di tempat terpisah mengatakan, sangat bagus sekali disetiap kecamatan ada lapangan sepak bola yang juga dapat dijadikan sarana berolahraga bagi warga.
“Namun saat ini sangat sulit ditemukan lapangan sepak bola disetiap kecamatan yang ada di Medan. Sebab banyak yang sudah berubah fungsi,” katanya.
Dikatakan, Pemko Medan sangat setuju dengan adanya lapangan sepak bola disetiap kecamatan. Tapi tak semua pemerintah kota Medan memiliki lahan kosong yang dapat dijadikan sarana olahraga salah satunya lapangan sepak bola dikarenakan banyaknya pendirian bangunan.
“Kan tak mungkin lahan milik warga kita sulap menjadi sarana olahraga. Sebab kalau warga itu mau, kalau pemilik tak ingin sementara kita paksakan, pastilah kita berurusan dengan hukum,” pungkasnya mengakhiri. (ayu)





