Medan | bisanews.id | Paska banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 25, 26 Nopember 2025 silam, telah meninggalkan duka mendalam.
Sebab dari tiga provinsi yang terkena musibah ini, telah menelan banyak korban jiwa lebih kurang 1000 orang baik meninggal dunia maupun hilang yang hingga kini belum ditemukan ditambah dengan rusaknya harta benda.
Dimana untuk memulihkan wilayah yang terdampak parah seperti, Aceh Tamiang, sebahagian Kabupaten Langkat, Sibolga, Taput, Tapteng dan Tapsel, pastilah memerlukan waktu cukup lama dan memakan dana sangat besar dalam hal untuk pemulihannya.
Beranjak dari musibah itulah, Alumni SMP Neg 11 Angkatan 88 Medan saat menggelar pengajian rutin di Cafe Dzikra Jalan Puri Medan, Minggu (28/12/2025) akan membuka donasi guna mengurangi kesedihan para saudara-saudara yang tertimpa musibah banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu tersebut.
Dalam pengajian itu, Alumni SMP Neg 11 Angkatan 88 Medan mendatangkan penceramah yaitu, Al Ustad Nizam Berandan Al Lankati.
Dalam ceramahnya, Al Ustad Nizam selain membahas masalah rukun sholat yang baik disaat berpergian, dimana masih banyak yang belum mengetahuinya, juga soal berwudhu tanpa adanya air saat berada di daerah bencana.
Selain itu, juga dibahas masalah musibah banjir bandang dan longsor yang memakan banyak korban jiwa dan harta benda tak terhingga.
“Maka dari itu selaku umat beragama, mari kita bantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dengan menyisihkan sedikit rezeki dengan berdonssi,” katanya serius.
Menurutnya, mereka masih dan sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat terutatama kebutuhan seperti, pakaian dalam, kelambu dan terpal plastik untuk berlindung dari hujan dan panasnya cuara serta para relawan sangat minim, sehingga masih ada beberapa desa yang belum terjamah bantuan walaun logistik terus berdatangan seperti ke Aceh Tamiang, Bener Meriah dan sebahagian Langkat.
“Jadi selain kita tetap bersyukur pada Allah, masih diberi kesehatan juga teruslah menjalin silaturahmi dan kalau bisa, saling berbagi terutama dalam mengatasi suatu musibah,” kata Nizam mengakhiri.
Sementara Ketua Umum Alumni SMP Neg 11 Angkatan 88, Hardi Chan seusai pengajian mengatakan, pengajian digelar sebagai penutup akhir tahun, yang mana sebelumnya terus dilaksanakan secara rutin.
Dikatakan, selain pengajian juga Alumni SMP Neg 11 Angkatan 88 Medan menjalankan beberapa program kerja yaitu, bidang sosial seperti membantu teman alumni baik itu kemalangan dan sakit. Juga tak lupa family gathering setiap akhir tahun digelar sebagai sarana menguatkan tali silaturahmi antar sesama alumni.
“Namun untuk tahun ini, kemungkinan tidak digelar family gathering mengingat masih dalam suasana duka keseluruhan akibat banjir bandang dan longsong,” katanya serius.
Disinggung soal musibah, Hardi tak menampik, ia mengatakan, pihaknya akan membuka donasi di alumni SMP Neg 11 Angkatan 88 guna membantu para korban bencana guna meringankan kesedihan mereka yang tertimpa musibah.
“Kan kita ada program membantu. Jadi tak ada salahnya kita selaku Alumni SMP Neg 11 Angkatan 88 Medan membuka donasi untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang dan longsor,”ucapnya mengakhiri.
Begitu juga dengan Sekretaris Alumni SMP Neg 11 Angkatan 88, Laila Qadarsih mengatakan, sangat setuju dibukanya donasi untuk korban banjir bandang. Sebab dengan dibukanya donasi, berarti bisa membantu meringankan beban bahkan kesedihan walau tak seberapa yang diberikan.
“Apalagi kita belum ada buat, jadi saya sangat mendukung donasi ini,” kata ibu yang murah senyum ini serius.
Sedangkan Neng Yatimah mengatakan, memang disetiap pengajian masing-masing dan organisasi-organisasi ada buat donasi, tapi tak ada salahnya kita selaku sahabat alumni juga buka donasi untuk korban banjir bandang dan longsor.
“Selain diumumkan secara keseluruhan di WA grup alumni, saya juga akan sampaikan berita baik ini di kelas 3/7 dengan tujuan agar mengetahuinys juga,” kata Neng mengakhiri. (ayu)





