Pria Ini Bergumul dengan Cacing sejak Zaman Covid-19

Pria Ini Bergumul dengan Cacing sejak Zaman Covid-19
Suryanto, pedagang cacing di Jalan Labu 1, Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, saat diwawancarai Kamis (15/02/2024). (Foto: Kiki).

ASAHAN | Bisanews.id |Berjualan cacing sudah dilakoni Suryanto, yang akrab disapa Mamang, sejak beberapa tahun lalu, tepatnya dimulai saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Begitulah pengakuan Mamang saat ditemui di tempat dia berjualan cacing, di Jalan Labu 1, Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Kamis (15/02/2024).

Pria berusia 43 tahun itu mengaku, pada masa pandemi Covid-19 dirinya kesulitan mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setiap hari. Ketika itulah dia mulai “berkenalan” dengan cacing.

“Awalnya, saya mencari cacing untuk dijadikan umpan mancing. Lalu, ikannya dijual”, kenang Mamang.

Namun, lanjutnya, dia berubah pikiran untuk menjadi penjual cacing saja. Sebab, menurutnya, berjualan ikan banyak saingan. Bahkan, untuk mendapatkan ikan terpaksa harus mancing dulu.

“Maka, di situlah saya mengubah niat, dan memilih menjual cacing untuk umpan memancing dan makanan bibit ikan, sampai sekarang”, tuturnya.

Dia menceritakan, saat ini pelanggannya sudah banyak. Bukan hanya warga Kabupaten Asahan saja. Tapi, tak sedikit pembelinya berasal dari luar Asahan.

Dia mengatakan, ada dua jenis cacing yang dijualnya. Yaitu, cacing kremi dan cacing sutra. Cacing kremi digunakan untuk umpan memancing ikan, karena ukurannya lebih besar.

“Sedangkan cacing sutra digunakan untuk makanan bibit ikan (ikan anakan/baby fish). Biasanya perkembangan ikan akan lebih baik jika diberi makan cacing sutra. Kami selalu menyarankan hal itu kepada semua peternak ikan di Asahan”, ujarnya.

Dia menjelaskan, kedua jenis cacing tersebut juga memiliki harga yang berbeda. Cacing sutra per kilonya Rp40 ribu. Sedangkan kremi, 1 bungkus harganya Rp10 ribu.

Mamang mengaku, selama berjualan cacing dia mendapatkan penghasilan yang lumayan. Sebab, dalam sehari dia bisa menjual cacing sebanyak 25 kilogram.

“Untuk mendapatkan cacing-cacing tersebut, saya mencarinya setiap hari. Biasanya cacing-cacing itu banyak di tanah-tanah yang kotor”, pungkasnya. (Kiki)