SERGAI | Bisanews.id | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Serdang Bedagai (Sergai) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung edukasi generasi muda di era digital. Melalui program bertajuk Goes to School, PWI Sergai menggelar sosialisasi bahaya judi online di SMP Negeri 1 Sei Rampah, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa-siswi tersebut berlangsung antusias. Para pelajar tampak aktif mengikuti setiap materi yang disampaikan, terutama terkait dampak negatif judi online yang kini semakin marak dan mudah diakses melalui perangkat digital.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua PWI Sergai, Sugiono, S.Sos., didampingi Sekretaris Abdul Rahman Manik serta Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Organisasi Jaka Novriandy, S.Sos. Turut hadir sebagai narasumber, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai, Hans Siahaan.
Dalam sambutannya, Sugiono menegaskan bahwa fenomena judi online telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Menurutnya, kemudahan akses internet tanpa pengawasan yang memadai membuat remaja sangat rentan terpapar konten negatif.
“Judi online bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak pada mental dan masa depan anak-anak kita. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah mereka terjerumus,” ujar Sugiono.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua, guru, serta lingkungan sekitar dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam menggunakan teknologi digital.
“Pengawasan dan pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tidak salah arah dalam memanfaatkan teknologi,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber dari Kominfo Sergai, Hans Siahaan, memaparkan secara rinci berbagai dampak negatif dari judi online.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat mengganggu kondisi ekonomi, psikologis, hingga kehidupan sosial seseorang.
“Tanpa disadari, judi online bisa membuat seseorang kecanduan, menguras keuangan, menumbuhkan sifat malas, serta menurunkan semangat belajar. Ini sangat berbahaya, terutama bagi pelajar,” jelasnya.
Hans juga mengingatkan bahwa para pelajar saat ini merupakan bagian dari Generasi Emas 2045 yang diharapkan menjadi penerus bangsa. Oleh karena itu, mereka harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
“Kami mengajak adik-adik semua untuk menjauhi judi online dan mengisi waktu dengan kegiatan positif yang dapat menunjang masa depan,” pesannya.
Selain memberikan pemahaman tentang bahaya judi online, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran digital di kalangan pelajar agar lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi.
Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 1
Sei Rampah, Nuraini, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada PWI Sergai atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai sosialisasi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada PWI Sergai yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami. Ini sangat penting agar mereka memahami risiko penyalahgunaan teknologi, khususnya judi online,” ungkapnya.
Nuraini berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter dan literasi digital siswa.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dan menghadirkan kegiatan edukatif lainnya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pendidikan Sergai, Khairul Putra, dewan guru SMP Negeri 1 Sei Rampah, serta jajaran pengurus PWI Sergai.
Melalui kegiatan ini, PWI Sergai tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran dan ketahanan generasi muda menghadapi tantangan era digital. (Her)





