THM King Bar Munculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat Asahan

THM King Bar Munculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat Asahan
THM King Bar di Kisaran (BisaNews.id/KS)

ASAHAN I Tempat hiburan malam (THM) ” King Bar ” yang beroperasi tepatnya di pinggir jalan lintas Sumatera di lahan eks HGU PT. BSP kembali menjadi sorotan masyarakat.

Meski lokasinya berada tidak jauh dari kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Asahan dan Masjid Agung, aktivitas hiburan malam tersebut hingga kini masih berlangsung tanpa hambatan .

Pada Rabu malam, (3/6/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari. Hingar bingar dentuman musik DJ terdengar hingga ke luar area lokasi dan banyak keluar-masuk pengunjung yang ingin menikmati dunia gemerlap malam.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan serta keberanian pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menegakkan aturan yang berlaku.

Yang menjadi persoalan King Bar bukan lagi sekadar soal keberadaan sebuah tempat hiburan malam.

Yang menjadi perhatian adalah mengapa aktivitas tersebut dapat terus berjalan di kawasan yang menjadi simbol pemerintahan dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat Asahan.

Jangan sampai masyarakat berkesimpulan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mendapat perlakuan istimewa. Ketika aturan terlihat tajam ke bawah namun tumpul ke atas, maka kepercayaan publik akan terus terkikis,” ujar M.Siregar Mewakili Masyarakat setempat.

M.Siregar juga mempertanyakan sejauh mana pengawasan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan, Satpol PP, Dinas terkait maupun aparat penegak hukum terhadap operasional tempat hiburan malam tersebut.

Kami mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap status perizinan, jam operasional, serta kepatuhan King Bar terhadap seluruh regulasi yang berlaku.

Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pembiaran yang berkepanjangan,” katanya.

M.Siregar bahkan menekankan agar pemerintah tidak menunggu kemarahan masyarakat memuncak akibat lambannya penanganan persoalan tersebut.(KS).