JAKARTA | Bisanews.id | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan senantiasa bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan setempat di berbagai daerah guna menyediakan hunian yang nyaman bagi generasi muda yang ingin menuntut ilmu.
Salah satu hunian yang telah selesai dibangun adalah rumah susun (rusun) untuk para santri Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR diberikan tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan infrastruktur pendukung pendidikan, seperti hunian santri dan mahasiswa, agar mereka bisa lebih fokus belajar untuk mencapai prestasi.
“Dibangunnya rusun tersebut diharapkan bisa membantu para santri untuk mendapatkan hunian yang layak selama proses belajar mengajar, sehingga diharapkan akan mencetak SDM (sumber daya manusia) yang unggul dan berakhlak mulia,” kata Menteri Basuki dalam siaran pers Kementerian PUPR, Selasa (5/7/2022).
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menerangkan pembangunan rusun itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama termasuk di pondok pesantren.
“Kami terus mendorong pembangunan rusun untuk para santri di seluruh Indonesia. Kami ingin para santri sebagai generasi muda selain belajar agama dan ilmu di Ponpes juga berlatih tinggal di hunian vertikal”, ujar Iwan.
Sementara Kepala Bagian Keuangan Pengelolaan BMN dan Barang Persediaan Bencana Sekretariat Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Sumadiyono menerangkan, saat ini pihaknya telah melaksanakan serah terima aset serta pengelolaan rusun kepada pihak penerima manfaat.
Hal tersebut agar rusun yang telah selesai dibangun bisa segera dikelola, dirawat, dimanfaatkan, dan dijaga keamanannya semaksimal mungkin, serta untuk tertib administrasi aset negara.
Kegiatan serah terima dilaksanakan Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto diwakili Kepala Bagian Keuangan Pengolaan BMN dan Barang Persediaan Bencana Sekretariat Direktorat Jendral Perumahan Sumadiyono kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidhin Muhammad Asyari Akbar di Ponpes Minhaajurrosyidiin pada Jumat (1/7/2022) lalu.
Pembangunan rusun menggunakan dana APBN senilai Rp 3,8 miliar. Rusun juga pada setiap unitnya dilengkapi dengan meubelair, seperti lemari pakaian berukuran sedang dua pintu atas bawah sebanyak 44 unit, dan tempat tidur susun untuk para santri sebanyak 44 unit.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidhin Muhammad Asyari Akbar mengaku sangat bersyukur dan senang karena bisa menerima bantuan rusun yang memang sangat dibutuhkan guna meningkatkan kualitas pendidikan untuk para santri.
“Rusun ini akan dihuni oleh santri putra, dan biaya sewa bulanan rusun ini tidak ada, karena kami hanya mengenakan biaya makan sebulan untuk para santri yang sangat terjangkau,” terangnya.





