Tulus Pardamean Sipahutar SE.M.R.Ak Hadapi Ghana, Inggris Kedepankan Displin Lini Depan

Tulus Pardamean Sipahutar SE.M.R.Ak Hadapi Ghana, Inggris Kedepankan Displin Lini Depan

Medan | bisanews.id | Prediksi siapa yang berpeluang jadi juara Piala Dunia 2026, masih pada Prancis, Spanyo dan Argentina selaku juara dunia di Qatar empat tahun lalu.

Namun dievent sepak bola empat tahunan ini ada yang sedikit istimewa buat The Three Lions yang sudah berani tampil lebih beda dari setiap piala dunia yang lalu-lalu. Apalagi saat ini Inggris diarsiteki pria asal German Thomas Tuchel. Pelatih berkebangsaan Jerman, dimana hal ini akan menambah kehebatan The Three Lions.

“Apalagi Jerman memiliki filosopi yang sangat disiplin dan tidak ada istilah anak emas yang ditambah seluruh pemain tampil sangat konsisten baik diklub-klub dan saat berlaga dibabak kualifikasi piala dunia,” kata Tulus

Dikatakan, bisa dilihat dari laga perdana saat menundukkan Kroasia dengan skor 4-2. Seluruh pemain tampil konsisten, sehingga seluruh pemain dari pecahan negara Balkan yang dimotori Luca Modric cs. Koordinasi

“Jadi Inggris vs Ghana dalam matchday 2 Grup L Piala Dunia 2026 yang dilangsungkan di Stadion Boston, Amerika Serikat yang disiarkan langsung TVRI Sport, Rabu (24/6/2026) pukul 03.00 WIB,
dipastikan sengit. Namun hasil positif diprediksi lebih mengarah pada pesta gol The Three Lions,”ucap Tulus serius.

Inggris saat ini memimpin klasemen Grup L berkat unggul 4-2 atas Kroasia di laga pembuka. Tidak hanya itu, kapten sekaligus penyerang utama mereka, Harry Kane mencetak 2 gol dan bersaing di papan atas top skor Piala Dunia 2026.

Strategi itu terbukti ampuh meluluhlantakkan lini pertahanan Kroasia lewat brace Harry Kane serta gol lain dari Jude Bellingham, dan Marcus Rashford.

Kemenangan atas Kroasia jadi modal positif karena akhirnya Inggris berhasil memutus tren buruk sembilan laga beruntun tanpa kemenangan saat bersua tim-tim penghuni peringkat 15 besar dunia.

Rekor mentereng 20 tembakan di area kotak penalti lawan dalam satu laga Piala Dunia jadi bukti betapa gila daya serang Inggris saat ini.

Jikalau mampu melanjutkan tren menang besar lagi saat kontra Ghana nanti, Inggris akan mencatat rekor impresif dengan mencetak minimal 3 gol dalam 3 laga beruntun untuk kedua kalinya di era kepemimpinan Tuchel.

Sementara soal kepastian Harry Kane tampil maksimal dilaga versus Ghana yang sama diketahui akan tampil ngotot, menurut Tulus, Kane itu sosok pemimpin sehingga dia dinilai bisa memberikan arahan keseluruh pemain terbagi dari senior dan junior didalam skuad Inggris.

“Walau usianya 32 tahun kalau tak salah, saya prediksi Kane bakal jadi pemain menakutkan dilini depan bahkan bisa menjadi top skor. Sebab dia didukung para pemain sayap mumpuni yang bisa diaplikasikan pelatih, sehingga menjadi momok yang menakutkan,” pungkas Tulus mengakhiri.

Sedangkan, The Black Stars, julukan Ghana saat menempel ketat di posisi runner-up selepas unggul tipis 1-0 atas Panama. Numun Ghana justru punya masalah pelik dalam urusan produktivitas.

Skuad asuhan Carlos Queiroz mesti balik ke bulan Oktober tahun lalu untuk mengingat kapan terakhir kali mereka mampu mencetak lebih dari satu gol dalam sebuah pertandingan.

Di laga matchday 2 Piala Dunia 2026, The Black Stars terbukti tampil pragmatis. Laga pembuka kontra Panama mereka menangi berkat gol tunggal pahlawan muda berusia 20 tahun, Caleb Yirenkyi, yang menuntaskan skema serangan balik cepat pada menit ke-95 di Toronto.

Kemenangan perdana di laga pembuka Piala Dunia sejak 16 tahun silam ini membuat kalkulasi Ghana serupa dengan Inggris.

Tiga poin tambahan bakal langsung membawa mereka ke babak 32 besar sebelum bentrok pemungkas fase grup kontra Kroasia.

Pekerjaan rumah lainnya bagi Carlos Queiroz ada di lini pertahanan. Ghana sempat kebobolan 10 gol dalam 360 menit sebelum turnamen Piala Dunia 2026 dimulai.

Sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia, tim Afrika ini bahkan belum pernah sekali saja mencatatkan rekor clean sheet secara berturut-turut. Rekor itu bakal pecah jika saja The Black Stars bisa tampil solid tanpa bobol kontra Inggris nanti.

Meski sulit, sejarah mencatat kubu Ghana setidaknya punya potensi karena pada satu-satunya pertemuan kontra The Three Lions pada 2011 silam, mereka bisa memaksakan hasil imbang 1-1 berkat gol balasan legenda Asamoah Gyan. (ayu)

Line-Up Kedua Tim
Inggris (4-2-3-1):
Jordan Pickford (kpr), Reece James, John Stones, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Declan Rice, Elliot Anderson; Noni Madueke, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.

Ghana (4-2-3-1):
Lawrence Ati Zigi (kpr), Gideon Mensah, Jerome Opoku, Jonas Adjetey, Marvin Senaya; Elisha Owusu, Caleb Yirenkyi; Kamaldeen Sulemana, Antoine Semenyo, Ernest Nuamah; Jordan Ayew.