Umat Islam Warning Rico Waas Segera Menutup Penjualan Daging Babi Ditempat Umum

Umat Islam Warning Rico Waas Segera Menutup Penjualan Daging Babi Ditempat Umum
Forum Badan Kemakmuran Mesjid (BKM), Ormas Islam dan Pengurus BKM di Kecamatan Medan Kota, Medan Amplas dan Medan Denai saat foto bersama. (Foto : ist)

MEDAN | bisanews.id | Forum Badan Kemakmuran Mesjid (BKM), Ormas Islam dan Pengurus BKM di Kecamatan Medan Kota, Medan Amplas dan Medan Denai beri peringatan kepada Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Peringatan yang diberikan ke Walikota Medan, Rico Waas adalah, segera menutup untuk segera menutup dan melarang penjualan daging babi di sekitaran Jalan M Nawi Harahap, Bahagia By Pass dan Jalan Turi.

Bilamana dalam tiga hari ini masih juga ada penjualan Babi, Umat Islam akan melakukan aksi lapangan sendiri. Keterangan tersebut disampaikan pada pertemuan BKM, Ormas dan Lembaga Dakwah Islam, Kamis (12/2/2026) malam.

Ketua Forum BKM Medan Kota, Sumitro menegaskan, keberadaan lapak-lapak penjualan daging babi tumbuh tanpa aturan dan mengganggu kenyamanan masyarakat khususnya Ummat Islam.

Keresahan umat Islam ini sudah disampaikan dan direspon oleh Pemko Medan. Namun perdagangan masih terus berlangsung dan semakin menjamur.

“Seminggu lagi, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa. Kami meminta kepada Bapak Walikota Medan dalam waktu 3 hari kedepan, menertibkan penjualan daging babi. Bila Pemko Medan tidak berani melalukannya, maka kami yang akan melakukannya sendiri dengan melakukan aksi lapangan,” ucapnya.

Ketua BKM Mesjid Nurul Islam, Mayber Sitompul mengungkapkan kekecewaanya atas lambatnya aparat Pemko Medan merespon keluhan umat islam di khususnya Medan Amplas, Medan Denai Dan Medan Kota.

Untuk menghindari konflik horizontal, seharusnya Pemko segera mengambil langkah hukum kepada pedagang karena menganggu keamanan dan ketertiban.

Tokoh masyarakat Medan Kota, Mas’udi menyampaikan, warga resah dan marah dengan maraknya perdagangan daging babi karena berdekatan dengan fasilitas sekolah, rumah ibadah dan fasilitas umum.

“Kemarin malah ada satu pedangan berjualan di samping tempat pendidikan Islam (TPI) yang jaraknya sekira 3 meter. Inikan sangat menganggu. Kami usir itu langsung dan nyaris baku hantam,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakikan Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara,
Menegaskan siap menurunkan massa untuk menertibkan pedagang daging babi.

“Kami siap menurunkan massa demi tegaknya amar makruf nahi mungkar,” ucapnya.

Perwakilan PD Pasar, Novia yang hadir secara pribadi pada rapat konsolidasi umat Islam mengatakan akan menyampaikan hal ini kepada Walikota Medan. (rel/ayu)