PROYEK PENGASPALAN JALAN CV.SETIA PERDANA PERKASA ASAL JADI

PROYEK PENGASPALAN JALAN CV.SETIA PERDANA PERKASA ASAL JADI

ASAHAN I Bisanews.id I Pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan dengan Hotmix di Lingkungan II Kelurahan, Sei Rengas,Kecamatan Kisaran Barat diduga Asal Jadi dan Menuai sorotan Publik.
Baru saja selesai dikerjakan sudah tampak Retak – retak dan berlekuk terkesan asal jadi.

Proyek menggunakan anggaran APBD yang dikerjakan Oleh CV.Perdana Setia Perkasa Tahun 2026 dengan Anggaran Sebesar Rp 496.782.276.00.,yang diduga asal jadi.Dan diduga tidak terealisir dengan benar.

Amatan awak media Kamis (29/10/2026) pengaspalan tidak rata, akibatnya saat musim hujan turun, terjadi pengaspalan legong dan retak retak Padahal baru lima hari dikerjakan,namun Plang Proyek sudah tidak ada lagi.

Perbaikan infrastruktur pengaspalan jalan merupakan program prioritas pemerintah yang sedang digalakkan bukan untuk kepentingan sepihak, melainkan untuk kepentingan bersama seluruh lapisan masyarakat. Bila kepentingan masyarakat dikerjakan tidak sesuai dengan anggaran dan terkesan asal – asalan sudah pasti tidak akan bertahan lama.

PROYEK PENGASPALAN JALAN CV.SETIA PERDANA PERKASA ASAL JADI
Pengerjaan Proyek CV.Perdana Setia Perkasa (Bisanews.id/Kiki).

Hal ini diduga memicu kepada kerugian keuangan negara. Proyek pengaspalan jalan yang baru selesai dikerjakan tampak sia – sia, selain sangat tipis, ada genangan air saat habis hujan turun dan juga sudah tampak retak.

Salah seorang Masyarakat setempat yang enggan menyebutkan namanya yang mangkal diseputaran lokasi jalan yang baru saja selesai dikerjakan saat ditemui dilokasi mengatakan dirinya merasa heran.

“Dugaan saya aspalnya tipis kali” ini musim hujan pasti bakalan rusak sebentar aja, ujarnya.

Lain halnya dengan Kabid PUTR Kabupaten Asahan,Ardi saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp Izin Pak Kabid CV.Setia Perdana Perkasa Milik Siapa tidak memberi tanggapan, seolah tutup mata .

Atas itu semua mohon kepada Bupati Asahan,Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si. segera tanggap atas kinerja bawahan yang tidak sesuai kepada tupoksinya.(Kiki)