Medan | bisanews.id | Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sumatera Utara kembali menggelar seleksi gelombang kedua penerimaan calon atlet untuk Sekolah, Akademi dan Klub Sepak Bola Disporasu Tahun 2026.
Seleksi yang berlangsung di Lapangan Sekolah Pendidikan dan Olahraga Berprestasi (SPOBDA) Sumut pada 3-4 November 2026 tersebut, menyasar tiga kelompok usia, yakni U-13, U-15, serta kelompok usia 18-24 tahun yang dipersiapkan untuk berkompetisi di Liga 4.
Seleksi gelombang kedua ini digelar setelah hasil penjaringan pada tahap pertama belum memenuhi kuota yang diharapkan, salah satu contohnya pada kelompok usia 18-24 tahun.
Dari sekitar 80 peserta yang mengikuti seleksi pada gelombang pertama, hanya tujuh pemain yang dinilai memenuhi kriteria untuk diterima.
Kepala Dinas Dispora Sumut, M. Mafullah Daulay, mengatakan, pihaknya kembali membuka kesempatan bagi para pemain muda untuk mengikuti seleksi.
Namun, pada tahap kedua ini, tim seleksi juga melakukan penyesuaian terhadap standar penilaian agar calon atlet yang terpilih benar-benar memiliki kualitas sesuai kebutuhan tim.
“Pada seleksi gelombang pertama, pesertanya belum memenuhi kuota. Contohnya di kelompok usia 18-24 tahun, dari sekitar 80 peserta, hanya tujuh orang yang didapat. Karena itu, kami membuka seleksi gelombang kedua, termasuk untuk kelompok U-13 dan U-15,”kata pria yang akrab disapa Ipunk tersebut kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).
Mafullah mengatakan, dalam proses penjaringan tersebut, aspek fisik menjadi salah satu perhatian utama. Sebab Dispora Sumut ingin membentuk tim yang memiliki kualitas dan daya saing, sehingga calon atlet tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan teknik bermain sepak bola, tetapi juga kesiapan fisiknya.
Menurut Ipunk, program pembinaan nantinya akan dirancang dengan intensitas latihan cukup tinggi untuk meningkatkan kondisi fisik para pemain. Selain itu, tim seleksi juga menerapkan komposisi penilaian yang lebih seimbang antara kemampuan fisik dan aspek lainnya.
“Kami ingin membentuk klub yang berkualitas. Salah satu modal dasarnya adalah fisik, sehingga akan ada program latihan yang cukup keras untuk meningkatkan kondisi fisik pemain. Penilaian juga kami buat dengan komposisi 50:50, karena fisik memiliki beberapa kategori yang menjadi bagian dari penilaian,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan Sekolah, Akademi, dan Klub Sepak Bola Disporasu diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus jembatan bagi para pemain muda daerah ini untuk mengembangkan karier di dunia sepak bola.
Melalui program tersebut, para pemain yang terpilih akan mendapatkan kesempatan menjalani pembinaan secara lebih terarah sebelum melangkah ke kompetisi Elite Pro Academy (EPA) maupun jenjang sepak bola profesional.
Mafullah kembali menegaskan, Dispora Sumut tidak ingin memaksakan penerimaan pemain apabila calon atlet yang mengikuti seleksi belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Karena itu, apabila hasil seleksi gelombang kedua masih belum mencukupi kebutuhan pemain, pihaknya berencana melakukan pencarian bakat atau talent scouting ke sejumlah daerah di Sumatera Utara untuk menjaring pemain potensial. (rel/ayu)






