AKP Tigor Simanjuntak Kalau Bisa Kami Juga Diberikan Piagam

AKP Tigor Simanjuntak Kalau Bisa Kami Juga Diberikan Piagam
AKP Tigor Simanjuntak selaku wakil koordinator keamanan dari Polres Kab Deliserdang berpoto usai acara UPP di Lapangan Cerdas Lubukpakam. (Poto : ayu)

Lubukpakam | bisanews.id | Dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumu 2024, tidak saja melibatkan para adik-adik mahasiswa sebagai tenaga sukarelawan, namun peran penting petugas keamanan seperti kepolisian dan TNI juga dilibatkan.

Seperti pihak kepolisian yang diperintahkan menjaga lokasi pertandingan harus benar-benar dijaga agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti, barang-barang ruang panitia, humas, pressroom dan sebagainya dimana tak bisa lepas dari pengawalan. Apalagi penjagaan itu dilakukan dengan cara bergantian.

“Ya sangat melelahkan. Tapi namanya tugas, ya harus dikerjakan. Apalagi saya seorang polisi dan saat diperintahkan komandan, harus siap dijalankan,” kata AKP Tigor Simanjuntak selaku wakil koordinator bidang keamanan saat dimintai keterangan usai berakhirnya pertandingan cabor kricket PON XXI Aceh-Sumuf di Lapangan Cerdas Lubukpakam, Sabtu (14/9/2024).

Dikatakan, dia sangat bangga bisa dilibatkan dalam perhelatan ajang olahraga multi event empat tahunan di Indonesia tahun ini dari pihak keamanan. Sebab untuk kedepannya belum tentu Sumut bisa kembali sebagai tuan rumah mengingat negara ini diisi sebanyak 38 provinsi.

“Sebenarnya sangat melelahkan dan membutuhkan tenaga ekstra, karena disaat kebanyakkan orang istirahat saat malam hari, kami tetap melakukan penjagaan agar tak terjadi hal tak diinginkan,” ucap Tigor yang bertugas sebagai Babinkamtipmas di Polresta Deliserdang.

Tapi tambah Tigor dalam hal penjagaan, pihak tidak selaras dengan pemerintah Kabupaten Deliserdang. Tapi sekali lagi karena petugas keamanan, tetap harus dijalankan sesuai perintah.

“Makanya menurut saya, panitia PB PON XXI Aceh-Sumut 2024, perlu juga memberikan penghargaan seperti piagam yang diterima para atlet usai pengalungan medali. Artinya biar ada kenang-kenangan yang bisa diceritakan pada anak cucu nantinya,” katanya serius.

Ditanya jumlah keseluruhan yang ditempatkan di areal pertandingan kricket PON XXI 2024 menurutnya, panitia PB PON XXI Aceh-Sumut telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP, karena di kota Lubukpakam dilangsungkan dua pertandingan yaitu, kricket dan kabbadi.

“Jadi dari pihak kepolisian berjumlah 30 orang. TNI diperbantukan sebanyak enam orang dan Satpol PP enam orang juga dengan sistim penjagaan selama 24 jam yang ditempatkan di Pospam. Sementara bagi petugas yang tak masuk dalam daftar, maka diperintahkan untuk menjaga setiap pos-pos yang dinilai rawan,” ujarnya serius.

Menurutnya, event ini kalau bisa dijadikan pembelajaran mengingat pelaksanaannya masih terdapat kekurangan disana-sini, sehingga kedepannya saat Sumut diminta sebagai tuan rumah cabor kricket tingkat nasional lebih siap.

“Kalau lapangan ini akan dihibahkan ke pengurus kricket daerah ini, maka jangan takut untuk melakukan evaluasi untuk yang baik. Sebab pergelaran event yang baik itu, semua pengurus terus melakukan perbaikan baik dari sisi pembinaan, juga program kerja orgnisasi dan merawat sarana yang ada,” pungkasnya mengakhiri. (ayu)