Amphuri Desak Pemerintah Cabut Kewajiban Karantina Bagi Jemaah Umrah

Pemerintah Cabut Kewajiban Karantina Bagi Jemaah Umrah
Foto : Sejumlah jemaah sedang melaksanakan ibadah umrah (BISANEWS.ID/Istimewah).

BISANEWS.ID | JAKARTA | Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Firman M Nur menentang kebijakan tentang kewajiban karantina usai ibadah umrah bagi jemaah Indonesia setibanya di Tanah Air.

“Pemerintah sebaiknya mencabut kewajiban karantina bagi jemaah (umrah) setibanya di Tanah Air,” kata Firman, Selasa (23/11/2021).Menurut Firman, kewajiban karantina itu semestinya hanya diperuntukkan bagi jemaah dengan hasil tes PCR positif saat kedatangannya.

Sebelumnya, kabar terbaru seputar karantina pasca umrah bagi jemaah Indonesia disampaikan Kepala Bidang Umrah Amphuri Zaky Zakaria Anshari.

“Pemerintah maunya (karantina) di Asrama Haji, biayanya berapa belum diinformasikan. Kalau asosiasi maunya di hotel,” tutur Zaky, Senin (22/11/2021).Namun, Zaky mengaku belum mengetahui secara pasti soal berapa lama periode karantina bagi jemaah umrah Indonesia yang baru saja pulang ke Tanah Air.

Zaky hanya dapat memperkirakan, durasinya tak akan berbeda jauh dengan periode karantina untuk pelaku perjalanan internasional yang lain.Sementara itu, menurut Kabid Humas dan Publikasi Amphuri Limi Maria Goretti, tetap diberlakukannya aturan karantina bagi jemaah umrah akan mempengaruhi biaya yang perlu dikeluarkan.

Terlebih, untuk para calon jemaah yang berasal dari luar Jakarta, tentu kebijakan karantina tersebut dapat menambah beban pengeluaran mereka.

Limi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendekatan dan negosiasi agar karantina sebelum dan sesudah umrah ditiadakan guna menekan biaya bagi calon jemaah umrah.

“Sudah kami komunikasikan ke Kemenag (Kementerian Agama). Kemenag juga bekerja keras karena pasti ada koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait lainnya,” ujar Limi.

Terkait biaya umrah, Limi menyebutkan, pihaknya mendengar akan ada kenaikan nominal sebanyak 30-50 persen.

Sebagai contoh, jika pada 2019-2020 biaya perjalanan umrah adalah sekitar Rp20 juta, tahun ini bisa mencapai Rp26 juta-Rp30 juta. (Net)

Baca Juga:  19 November Kesawan City Walk Dibuka, Pengunjung Wajib Divaksin

(Pemerintah Cabut Kewajiban Karantina Bagi Jemaah Umrah)

Related posts