Medan | bisanews.id | Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan kepada Camat dan Lurah untuk tidak ikut bermain pada pemilihan kepala lingkungan.
Menurut Rico Waas kepala lingkungan selaku perpanjangan tangan Lurah dan Camat harus benar benar mengetahui dan dikenal baik oleh warga dilingkungannya.
Rico Waas mengaku banyak mendengar permasalahan pengangkatan kepling yang sering menjadi polemik di tengah tengah masyarakat hingga menyebabkan ricuh.
Demikian dikatakan Rico Waas disela sela meninjau pelaksanaan kegiatan gotongroyong Sabtu (12/4/2025) di Jalan Rakyat kelurahan Sei Agul kecamatan Medan Barat.
Rico Waas mengatakan agar jangan ada keberpihakan Lurah dan Camat dalam proses pemilihan Kepling.
“Sudah ada perwal tentang pemilihan kepala lingkungan, kita ikuti saja peraturan tersebut. Karena warga juga akan senang dan kepling dapat bekerja maksimal saat keberadaan nya diterima di tengah tengah masyarakat,”katanya.
Lebih lanjut, Wali Kota Medan yang diusung dari Partai NasDem ini meminta agar semua pihak dapat menjadikan pemilihan kepling bukan semata mata untuk kepentingan individu atau kelompok namun tugas dan fungsi kepling dapat benar-benar pelayan masyarakat sebagai perpanjangan tangan pemerintah Kota Medan.
“Jika masih ada permasalahan kepling atau kinerja kepling yang tidak sesuai, silahkan warga melaporkan segera agar dapat segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Terpisah, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos mengapresiasi sikap tegas Wali Kota Medan, Rico Waas dalam menanggapi permasalahan masyarakat khususnya permasalahan pengangkatan kepala lingkungan yang kerap menjadi polemik di setiap pemilihan kepala lingkungan.
Disebut Antonius Tumanggor, khususnya permasalahan pengangkatan kepling XI yang sampai saat ini sudah ditinjau oleh kabag Tapem dan pihak kecamatan namun sangat disayangkan ada masyarakat sebagai pelapor tidak ditindaklanjuti laporannya, dan anehnya hanya menindaklanjuti hanya pendukung salah satu calon.
Seperti diceritakan, seorang perwakilan warga bernama Diana yang viral di media sosial. Pemilihan calon kepling di lingkungan XI kelurahan Sei Agul kisruh. Hal ini disebabkan adanya dugaan keberpihakan Lurah dan Camat terhadap calon kepling yang berjumlah tiga orang.
Sementara pengakuan warga, saat pemilihan tidak ada dihadirkan ke tiga paslon kepling, Ridho, Rizal dan Rusdi Setiawan.
Namun, anehnya sudah ada kepling yang terpilih bernama Pino. Sementara sepengetahuan warga, Pino bukan berdomisili di lingkungan XI. Dia (Kepling XI-red) dulu pernah tinggal di lingkungan tersebut namun sudah lama pindah domisili.
Sehingga warga banyak yang tidak mengenal. Pada saat warga menanyakan kepada Lurah Sei Agul hasil verifikasi yang dilakukan.
Terkesan Lurah melalui staf nya tidak mau dan tidak terbuka dengan terus mengatakan bahwa Pino sudah diverifikasi dengan memiliki suara dukungan warga mencapai 30 persen.
“Kami juga heran, kami aja tidak ada yang mengenal kepling itu. Koq tiba tiba namanya sudah ada diangkat menjadi kepling XI, itu yang kami tidak suka.
Dan juga pada saat gotongroyong, Lurah dan Camat bersama staf masih menggunakan baju bertuliskan kolaborasi Medan Berkah, padahal konsep Wali Kota Medan sekarang, Medan Untuk Semua.
“Inilah konsep yah kami rasa sangat bertentangan dengan kondisi saat ini, ” ujar perwakilan masyarkarat tersebut.
Kembali menanggapi hal itu, Antonius Tumaggor heran saat dia mendapat kiriman foto dari salah satu warga yang mana Lurah dan Camat memakai kostum bertuliskan Medan Berkah, padahal saat ini Wali Kota Medan, Rico Waas membuat motto Medan untuk Semua.
“Saya rasa selain permasaahan kepling XI, juga motto Wali kota Medan terpilih yang belum dilaksanakan oleh Lurah dan Camat yaitu ” MEDAN UNTUK SEMUA”.(ayu)





