ASAHAN I BisaNews.id I Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit dari cerobong Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kebun Sei Silo,Kabupaten Asahan, Senin (24/08/2026).
Asap itu terlihat jelas dari Corong PKS Sei Silo , jalur vital yang setiap hari dilintasi Puluhan kendaraan dari Buntu Pane menuju Kota Kisaran ataupun sebaliknya.
Bukan tipis, bukan abu-abu samar. Asap itu hitam legam terlihat jelas membumbung tinggi ke langit.
Beberapa pengendara bahkan memperlambat laju kendaraan karena menjadi pemandangan asing saat melintas di sepanjang perkebunan sawit PKS Sei Silo.
Raju, seorang pengemudi yang melintas di jalur tersebut, melontarkan kritik tajam.
“Saya sering lewat sini. Tapi kalau asapnya sudah hitam tebal begini, ini bukan kabut biasa, Ini polusi.
Masa cerobong industri dibiarkan seperti itu? Kita yang lewat ini juga hirup,” tegas Raju
Menurut pria yang mengaku dari Kota Kisaran itu, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat dan pengguna jalan.
“Kalau memang pabriknya punya alat penyaring, kenapa asapnya masih hitam pekat? Jangan sampai masyarakat jadi korban karena pengawasan lemah,” tambahnya.
Secara teknis, asap hitam pekat mengindikasikan pembakaran tidak sempurna pada boiler, yang berpotensi menghasilkan partikel debu dan jelaga dalam jumlah tinggi.
Partikel ini dapat mengandung PM10 dan PM2.5 yang berisiko memicu gangguan pernapasan hingga penyakit paru kronis jika terpapar dalam jangka panjang.

Padahal, setiap industri pengolahan sawit wajib memenuhi baku mutu emisi sebagaimana diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pengendalian emisi melalui alat seperti dust collector atau electrostatic precipitator seharusnya menjadi standar operasional, bukan pilihan.
Jika cerobong terus mengeluarkan asap pekat secara kasat mata, publik wajar bertanya: apakah sistem pengendalian emisi berfungsi?
Apakah uji emisi dilakukan secara berkala? Dan di mana pengawasan instansi terkait?
Jalur Buntu Pane – Kota Kisaran,Ini jalan utama. Asap yang membumbung tinggi di siang hari menjadi pemandangan terbuka yang sulit diabaikan.
Terpisah Drs.Nirwan Mantan Kabid Pengawasan Dinas Tenaga Kerja Pemkab Asahan menyatakan.
“Bahwa Pemeriksaan Peralatan Kerja di Pabrik PKS Sei Silo biasanya dilakukan Pemeriksaan secara berkala untuk memastikan Peralatan Kerja aman bagi pekerja Perusahaan dan lingkungan”Katanmya
Selanjutnya Nirwan ” Bertegas SMK3 di perusahaan berjalan dengan baik sehingga persoalan persoalan termasuk cerobong Asap bisa di tangani dengan Baik sehingga kerugian atau dampak Pabrik dapat ditekan semaksimal mungkin”.Tegas Nirwan
Namun Kru Media ini Mencoba Konfirmasi Kepada Kerani Personalia PKS Sei Silo Jaka Pratama Ketaren
“Aku Lagi cuti Bang, kalau bisa videonya yang 10 menit bang, biar enak saya laporkan ke top manajemen, soalnya kalau video yg ABG krim itu video lagi korek bahan bakar yang pastinya pekat dan nanti normal lagi asapnya “ujar Jaka
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Top manajemen PKS Sei Silo terkait kepulan asap hitam tersebut.
Masyarakat kini menunggu bukan sekedar klarifikasi, tetapi tindakan nyata. Udara bersih bukan kemewahan namun itu hak.(KIKI)






