Bapak Asuh Ikut Berperan Turunkan Angka Stunting

Bapak Asuh Ikut Berperan Turunkan Angka Stunting
Kepala Dinas PPPAPMPK Kota Medan, Edliaty, saat diwawancarai di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan, Senin (3/4/2023). (Foto : Pemko Medan/Ayu/Bisanews.id).

MEDAN | Bisanews.id | Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPMPPKB) Kota Medan, Edliaty mengatakan, selain intervensi percepatan penanganan stunting terintegrasi, program inovasi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang dicanangkan Wali Kota Medan juga berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Kota Medan.

“Program ini dilaksanakan mulai November 2022 sampai April 2023. Enam bulan. Sekarang masih berlangsung. Program ini langsung melibatkan Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, seluruh pejabat Eselon II dan III, unsur Forkopimda, dan Pelindo,” kata Edliaty di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan, Senin (3/4/2023).

Dia menjelaskan, Februari 2022 ada 550 anak penderita stunting di Medan. Lalu, pada Agustus turun menjadi 364. Selanjutnya, pada Februari 2023 turun lagi menjadi 298.

Menurut Edliaty, setiap bulan para bapak asuh memberikan bantuan sebesar Rp 500 ribu, untuk disalurkan dalam bentuk makanan bergizi kepada anak penderita stunting melalui Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PPLKB).

“Bahan makanan tambahan itu kita antar ke rumah anak penderita stunting, berupa protein hewani, sayur-sayuran, serta beras. Setiap minggu kita salurkan,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Dinas PPPAPMPPKB, Yurina Rahma Siregar menerangkan, sampai saat ini sudah dilakukan penyaluran selama 12 tahap.

Berdasar laporan dari petugas data, ujarnya, awalnya jumlah yang menerima bantuan makanan tambahan itu sebanyak 360 anak stunting. Namun, berkurang karena pindah dari Kota Medan, hingga akhirnya menjadi 353 anak.

Data terbaru, lanjutnya, penyaluran makanan tambahan program BAAS dilakukan pada 15, 23, dan 28 Desember 2022. Selanjutnya, 9 dan 30 Januari 2023. Kemudian, 1, 3, 8 10, 17, dan 24 Maret 2023.

Pada 30 Januari 2023 dilakukan pembagian 2 paket bantuan, sebab ada perombakan jabatan di lingkungan Pemko Medan, sehingga harus dilakukan penyesuaian administrasi.

Sesuai dengan jadwal program selama 6 bulan, penyaluran makanan ini masih akan berlangsung selama 12 tahap lagi.

Sebelumnya, Edliaty juga mengatakan, PPLKB di setiap kelurahan terus memantau kebutuhan anak stunting, termasuk kondisi sosial ekonomi keluarganya.

Hal ini dilakukan agar pihaknya bisa menentukan langkah-langkah penanganan stunting yang tidak monoton.

Dari hasil pemantauan ini, lanjutnya, akan diperoleh gambaran utuh tentang kondisi keluarga anak penderita stunting.

Salah satu yang menjadi fokus adalah membantu agar perekonomian keluarga anak penderita stunting ini meningkat.

Dengan meningkatnya perekonomian, maka asupan gizi yang dibutuhkan anak dapat dipenuhi keluarga.

“Kalau memang kita nilai ayah maupun ibu anak penderita stunting ini bisa membuka usaha, kita tentu akan membantunya. Kita bisa berkolaborasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian,” pungkasnya.

Writer: AyuEditor: Abdul Muis