ASAHAN I Bisanews.id I Aktivitas Galian C yang diduga beroperasi tanpa izin kian marak di Kabupaten Asahan. Kondisi ini memicu kekhawatiran luas dan mendesak perhatian serius pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat.
Barisan Muda (BM) Karya Peduli Bangsa menjadi salah satu pihak yang gencar menyuarakan penertiban tambang ilegal di Bumi Rambate Rata Raya.
Ketua BM Karya Peduli Bangsa, Rija Nurmansyah Tanjung yang juga berprofesi sebagai penasihat hukum menilai maraknya tambang pasir tanpa izin ini berkaitan erat dengan lemahnya pengawasan di tingkat daerah.
“Kami melihat ada indikasi pembiaran. Kerusakan lingkungan dan infrastruktur jalan akibat kendaraan berat pengangkut material sangat meresahkan warga. Seharusnya ini bisa dicegah jika pengawasan berjalan optimal.” ujar, Rija Nurmansyah Tanjung keoada Waspada online, Jumat (30/10).
Eksploitasi yang tidak terkendali ini berpotensi menimbulkan bencana ekologis, terutama kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS). Di sisi lain, hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan menjadi kerugian nyata bagi Kabupaten Asahan.
“Ini bukan hanya soal kerusakan lingkungan, tapi juga kerugian negara dan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Bupati Asahan bersama jajaran Forkopimda segera membentuk Tim Pengawas dan Penertiban Galian C Terpadu. Tim ini harus melibatkan unsur Pemda, Kepolisian, Kejaksaan, TNI, tokoh masyarakat, dan LSM sebagai kontrol sosial.
“Tim ini harus bekerja transparan, tanpa pandang bulu, dan berani menindak oknum — baik pelaku lapangan maupun mereka yang diduga melindungi praktik ini di balik layar.”
Rija juga mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak tumpul dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. BM Karya Peduli Bangsa menyatakan siap mengawal masalah ini hingga ke proses hukum, sekaligus mendampingi warga yang dirugikan.
“Kami berharap pemerintah daerah bertindak cepat, mengantisipasi berbagai kemungkinan dan kebocoran pendapatan asli daerah dari sektor pertambangan.”
Dari pantauan di lapangan, aktivitas Galian C paling marak terlihat di Kecamatan Tinggi Raja. Namun tidak menutup kemungkinan hal serupa juga terjadi di kecamatan-kecamatan lain di wilayah Asahan. (KS)






