BATAM | Bisanews.id | Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memiliki beragam potensi, antara lain pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan lainnya. Salah satu potensi wisata di Tanah Bertuah Negeri Beradat yang sudah diakui serta mampu menarik minat wisatawan adalah Sungai Bahbolon di Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, yang bisa dijadikan wahana arung jeram.
Demikian pemaparan Bupati Sergai, H Darma Wijaya, pada pertemuan Bussiness Matching antara Pemkab se-Regional Sumatera dengan para investor dari Hongkong, Korea, Singapura, China, Eropa, dan Malaysia, di ajang Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Investment Forum Regional Sumatera, di Grand Ballroom Asialink Hotel, Jalan Sriwijaya No 22, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/6/2023).
“Bahkan, Desa Buluh Duri lokasi arung jeram Sei Bahbolon sempat meraih Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dari Kemenparekraf, serta terfavorit Desa Wisata kategori digital dan kreatif,” kata Darma.
Dia membeberkan, untuk potensi bidang peternakan, Kabupaten Sergai mempunyai peternakan sapi yang merupakan salah satu bentuk ketahanan pangan, yaitu ketersedian kebutuhan daging sapi.
“Begitupun dengan sektor perikanan, juga memberikan peluang untuk berinvestasi, terutama perusahaan yang bergerak di bidang perikanan air asin, air tawar, maupun air payau. Sementara itu untuk pertanian, lahan sawah di Sergai tak diragukan lagi kesuburannya untuk tanaman padi, terutama padi organik yang diproduksi,” jelas Bupati.
Darma menambahkan, potensi penting lainnya adalah perkebunan, yaitu pengembangan dan usaha pabrik olahan kepala sawit. Perkebunan kelapa sawit di Sergai cukup menjanjikan, dengan lahan yang sangat luas.
Dia mengutarakan, Kabupaten Sergai merupakan tempat yang cocok serta aman untuk berinvestasi. Selain prosedur berinvestasinya dipermudah, fasilitas infrastruktur jalannya pun dalam kondisi bagus hingga mencapai 80 persen.
“Kami berharap para investor tertarik dengam potensi yang kami miliki. Jika investor tertarik, tentu ekonomi Sergai akan bertumbuh lebih baik. Dampak baik lainnya adalah terbukanya lapangan kerja baru untuk masyarakat Sergai, ekonomi akan tumbuh pesat dan masyarakat akan sejahtera,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Darma didampingi Asisten Pemum dan Kesra Nina Deliana, Kadis Pertanian Dedy Iskandar, Kadis PMP2TSP Reza Firmansyah, Kadis Perikanan Claudia Evinta, serta Kadis Poraparbud Akmal.
Sebelumnya, pada pembukaan kegiatan, Direktur Promosi Investasi Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Saribua Siahaan mengemukakan, Presiden Jokowi menjamin usaha dan investasi serta pekerja melalui omnibus law, yang memberikan kemudahan dalam perizinan berusaha dan investasi di Indonesia.
“Kalau daerah mau maju, maka permudah investasi agar tenaga kerja bisa terserap. Sistem yang dibuat pemerintah adalah untuk mempermudah UMKM, yaitu memudahkan orang atau investor untuk membuka lapangan kerja. Jika investor mau sukses, maka berinvestasilah di Indonesia dengan cara berkolaborasi dengan perusahaan lokal di daerah tujuan investasi (local company),” ujarnya.
Sedangkan Ketua APKASI, Sutan Kerajaan, diwakili Wakil Ketua APKASI, Herlina, mengatakan, wilayah Sumatera merupakan kepulauan 6 terbesar dunia, dan 3 terbesar Indonesia. Di Indonesia, jumlah kabupaten lebih banyak dari pada kota.
“Ada 416 kabupaten, sedangkan kota hanya ada 98. Pada pelaksanaan APKASI Otonomi Expo nanti diharapkan semua kepala daerah bisa hadir mengikuti AOE 2023 di bulan Juli 2023,” tutur Herlina yang juga Bupati Mempawah, Kalimantan Barat tersebut.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Safe and Credible Investment Opportunities in Sumatera Island (Peluang Investasi yang Aman dan Terpercaya di Pulau Sumatera)’ itu berlangsung Kamis-Sabtu (1-3/6/2023).
Hadir dan memberikan sambutan Wali Kota Batam HM Rudi, perwakilan Internasional Bussiness Association (IBA) Shan Shan, Ketua Kadin Pusat M Arsyad Rasyid, dan Direktur Eksekutif APKASI Salman Simanjorang.





