MEDAN | Bisanews.id | Kadisporasu diwakili Kabid PPO, Budi Syahputra menyatakan kecewa karena Peparnas 2024 batal dilaksanakan di Sumatera Utara (Sumut). Hal itu dikatakannya dalam Rapat Kerja Provinsi National Pralympic Comite Indonesia (Rakerprov NPCI) Sumut yang digelar kemarin.
“Tapi yang paling utama saat ini adalah saya nyatakan kecewa besar atas batalnya Peparnas Sumut 2024 digelar di Sumut. Sebab moment Peparnas ini belum tentu dapat kita gelar bahkan merasakannya lagi beberapa tahun mendatang,” katanya.
Dia mengatakan, jangan cepat putus asa. Pengurus NPCI Sumut harus kuat dan bangkit dari kekecewaan dengan melakukan pembinaan secara fokus terutama soal regenerasi atlet serta menyiapkan kontingen secara maksimsl dalam menghadapi Peparnas Solo Oktober 2024 mendatang.
Budi mengatakan, pihaknya mendukung penuh program NPCI Sumut sehingga masalah anggaran dana menjadi nomor prioritas bagi pemerintah daerah ini agar ditambah kedepannya.
“Sebab tidak ada perbedaan antara event PON dan Peparnas. Sebab sekali lagi saya kecewa dengan perpindahan Sumut selaku tuan rumah event atlet stabilitas harus dipindahkan ke Solo. Padahal selama ini pihaknya terus berkoordinasi dengan PB NPC Indonesia dan Kemenpora guna menindaklanjuti persiapaan Peparnas,” ucapnya kesal.
Budi juga menyampaikan NPCI Sumut harus selalu melakukan rapat kerja (raker) tingkat provinsi. Sebab rakerprov adalah salah satu profesional dalam menjalankan organisasi.
“Saya bangga dan terima kasih pada NPCI Sumut dimana lewat program kerjanya, telah banyak memberikan kontribusi buat daerah ini. Jadi sekali lagi saya berharap agar jangan putus asa karena bergesernya pelaksanaan Papernas ke Solo. Sebab masih ada ajang selanjutnya,” pungkasnya.
Sementara Ketua Umum NPCI Sumut, Alan Sastra Ginting yang ditemui di Medan, Minggu (30/6) mengatakan, dalam laporannya saat berlangsung Rakerprov NPCI Sumut tersebut mengatakan, pihaknya telah melakukan program pembinaan atlet secara kontinue terkhusu bagi 150 atlit yang dipersiapkan menghadapi Peparnas 2024.
Dikatakannya, saat menghadapi Peparnas kali ini NPCI Sumut memberangkatkan sebanyak 150 orang yang disiapkan untuk mengikuti 14 cabor yang dipertandingkan. Dan dari 150 orang atlet putra-putri itu, NPCI Sumut menargetkan 33 medali emas bahkan lebih agar bisa meraih posisi 3 walau dicanangkan rangking 4 besar nasional.
“Dari 14 cabor yg kita kita ikuti, NPCI Sumut akan mengandalkn atlet-atlet elit sebanyak 24 orang dimana selama ini telah memberikan kontribusi besar saat mengikuti ajang multievent seperti Para Catur, Para Judo, Para Tenis Meja ditingkat nasional dan internasinal yaitu, para angkat dan para atletik,” kata Alan.
Apalagi, atlet-atlet tersebut merupakan prioritas yang selama ini sudah memperlihat progres terbaik bahkan hampir secara keseluruhan sudah mendekati limit emas dan ada juga yang melewati limit emas Peparnas sebelumnya.
Selain itu, NPCI Sumut terus berbenah dalam hal pembinaan terprogram selain menghadapi Peparnas dan menghadapi Paralympic Paris Agustus 2024 dengan menurunkan Ferry Pradana yang sekarang sedang dokus di Pelatnas Solo.
“Untuk itulah saya memohon kepada Dispora Sumut agar bisa memberikan tambahan anggaran pada NPCI Sumut terkhusus untuk memberangkatkan atlet distabilitas daerah ini ke Papernas yang dilangaung di Solo nanti,” tambah Alan lebih serius.
Sedangkan soal perpindahan, Alan kembali mengatakan, sangat kecewa. Namun apa mau dikata mengingat kondisi dan situasi, sehingga tak memungkinkan digelarnya Papernas 2024 di Sumut.
“Yang penting kami tetap akan berupaya membuat yang terbaik untuk nama Sumatera Utara di ajang nasional walau event empat tahunan tersebut harus berpindah tempat ke Solo Jateng,” ujarnya.





