Medan | bisanews.id | Anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution langsung mengapresiasi ketegasan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas atas komitmennya untuk menata kabel udara yang semrawut menjadi kabel tanam di bawah tanah guna memperindah wajah kota Medan.
“Saya sangat mengapresiasi ketegasan bapak Wali Kota Medan, Rico Waas untuk memperindah kota Medan dengan penataan kabel sembrawaut menjadi kabel tanam bawah tanah demi memperindah kota Medan,” kata Edwin Sugesti Nasition saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/4/2026).
Dikatakan, selama ini kota Medan tampil sembrawut dengan banyaknya kabel telepon maupun kabel WIFI serta listrik yang dipasang tak beraturan oleh perusahaan bersangkutan dimana hanya demi keuntungan pribadi.
“Seperti dipersimpangan Jalan Aksara dengan Jalan Pukat II (Sejati), itu kabel telepon atau WIFI terlihat sangat rendah sekali sehingga dapat membahayakan para pengguna jalan terkhusus kendaraan-kendaraan besar seperti, truk pasti akan menabrak kabel tersebut sehingga putus. Untuk itu, harus segera diperbaiki,” ucap Edwin serius.
Menurut Edwin, kabel yang melintang disimpang Jalan Pukat II harus diperbaikj segera. Makanya Pemko Medan lebih menekankan pentingnya penataan kabel di kawasan ruas jalan agar ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini terlihat lebih rapi, estetis.
“Medan adalah ibu kota terbesar nomor tiga di Indonesia, maka sudah selayaknya kota kita ini menjadi kota yang indah tanpa kabel yang selama ini merusak pandangan,” tambah Edwin lagi.
Edwin mengatakan, dimasa kepemimpinan Rico Waas sudah harus ada perubahan sehingga bisa dikenang oleh warga Medan pada umumnya.
“Seperti di zaman pak SBY, ada jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa ke Pulau Madura. Begitu juga dengan pak Jokowi, dibuatnya jalan tol diseluruh Indonesia. Dan Wali Kota Medan harus bisa juga,” ujar Edwin.
Edwin kembali mengatakan, apalagi Kota Medan akan menjadi tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI 2026 pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026 mendatang. Jadi momentum itu harus dimanfaatkan untuk mendorong transformasi kota, termasuk dalam penataan infrastruktur kabel.
“Perhelatan besar ini harus jadi momentum transformasi agar Medan bisa menjadi contoh bagi kota lain,” katanya serius.
Artinya pengerjaan kabel tanam harus dilakukan beriringan dengan pembangunan trotoar oleh Dinas SDABMBK sehingga tidak terjadi pembongkaran ulang setelah pembangunan trotoar.
Saat ini ada beberapa kawasan di Kota Medan telah steril dari kabel udara seperti, di kawasan Kesawan, jalan Dr Mansyur, jalan Juanda, dan jalan Zainul Arifin dan beberapa jalan lainnya di Medan.
“Mudah-mudahan sesuai arahan Wali Kota Medan, pada April 2026, penataan ditargetkan mencakup hampir 20 ruas jalan, dengan total sekitar 25 ruas jalan akan dikerjakan sepanjang tahun ini,” pungkas Edwin mengakhiri. (ayu)





