FAI Sumut Tanpa Pembinaan, Langsung Kirim Atlet ke Kejurnas Aquatik 2026

FAI Sumut Tanpa Pembinaan, Langsung Kirim Atlet ke Kejurnas Aquatik 2026
Terlihat para atlet saat terjun ke air sebagai tanda start lomba dimulai kejuaraan. (Foto : ist)

Medan | bisanews.id | Keputusan Federasi Aquatik Indonesia (FAI) Sumatera Utara mengirimkan atletnya mengikuti kejuaraan tingkat nasional tahun 2026, menuai sorotan tajam dari pemerhati olahraga air terkhusus cabor renang.

Pasalnya tanpa ada seleksi atlet yang dilakukan setiap cabor, di kabarkan pengurus FAI daerah ini tetap bersikukuh mengirimkan dua atletnya ke ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 di Jakarta tanpa melalui proses pembinaan yang matang.

Langkah ini dinilai sejumlah pihak berisiko terhadap performa atlet sekaligus mencederai sistem pembinaan olahraga yang seharusnya berjenjang dan berkelanjutan.

Sejumlah pengamat olahraga menilai, pembinaan merupakan fondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi.

Tanpa adanya program latihan terstruktur, pemantauan perkembangan, serta uji coba kompetisi, atlet dinilai belum siap bersaing di level nasional.

“Pembinaan itu bukan sekadar formalitas. Atlet butuh proses, mulai dari seleksi, pelatihan intensif, hingga evaluasi. Kalau langsung dikirim ke Kejurnas, dikhawatirkan hasilnya tidak maksimal,”kata salah satu pemerhati olahraga di Sumatera Utara di Medan.

Disisi lain, keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan mental dan fisik para atlet. Apalagi Kejurnas merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh provinsi, sehingga persaingan dipastikan berlangsung ketat.

Beberapa pihak menduga, langkah tersebut diambil demi menjaga keikutsertaan daerah dalam ajang nasional yang mana bisa saja tak menguntungkan bagi kontingen.

Namun, tanpa persiapan yang memadai, kehadiran atlet justru berpotensi hanya sebagai pelengkap tanpa mampu memberikan kontribusi signifikan.

Tak Tahu

Mirisnya lagi keinginan FAI Sumatera Utara memberangkatkan atletnya mengikuti Kejurnas, ternyata tanpa diketahui para pengurus kabupaten kota daerah ini.

Hal ini terungkap dari apa yang disampaikan Ketua FAI Medan, Tiopan Munte lewat Whats App, bahwa pihaknya tidak tahu menahu sama sekali soal memberangkatkan atlet mengikuti ajang bergengsi tingkat nasional (Kejurnas-red).

“Silahkan tanya langsung ke ketua umum FAI Sumut soal seleksi atlet menuju Kejurnas renang 2026. Sebab kami selaku pengurus kota Medan tidak diberi hal itu,” katanya.

Disinggung hubungan, Tiopan mengatakan hubungan antara pengurus provinsi dengan kabupaten kota sangat dekat. Apalagi yang sifatnya pembinaan untuk melahirkan atlet atlet yang berpotensi.

“Namun sekali lagi informasi secara detail, belum sampai ke kami,” ucapnya.

Sementara guna memastikan berita memberangkatkan atlet ke Kejurnas renang 2026 ke Jakarta, wartawan mencoba menghubungi ketua umum FAI Sumut di No WA 0815-3064-640 tidak ada jawaban sekali.

Menyikapi hal ini, para pelaku olahraga berharap ke depan FAI dapat memperbaiki sistem pembinaan dengan lebih serius dan berkesinambungan.

Hal ini penting agar atlet yang dikirim benar-benar siap bertanding dan mampu mengharamkan nama daerah di tingkat nasional.

Apalagi sama diketahui regenerasi atlet renang di Sumut terus tercipta dengan adanya klub-klub renang baik di Medan, Siantar, Kisaran dan beberapa kota lainnya di Sumut yang seharusnya digandeng berkerja sama dalam hal pembinaan atlet masa depan.

Jadi kalau melihat hal ini, sangat disayangkan kalau FAI Sumatera Utara menutup pintu dalam hal pembinaan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak FAI terkait alasan pengiriman atlet tanpa pembinaan tersebut. (ayu)