Medan | bisanews.id | Dalam meningkatkan kualitas baik SDM dan kemampuan para atlet difable, maka Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (FIK Unimed) memberikan ilmu soal pengabdian masyarakat di National Pralympic Comitte Indonesia (NPCI) Sumatera Utara kemarin.
Adapun materi soal Pengabdian masyarakat itu dipimpin langsung oleh Prof Agung Sunarno para dosen FIK Unimed diantaranya, Hardodi Sihombing dan Dr Yudi selaku tim Klasifikasi atlet NPCI Sumut yang juga nara sumber.
Dalam kesempatan itu, Prof Agung dihadapan pengurus, pelatih dan beberapa atlet mengatakan, pengabdian masyarakat adalah, sukarela.
Sebab sukarela merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian) yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni guna memberdayakan serta meningkatkan kesejahteraan pelatih maupun atlet.
Makanya kegiatan ini melibatkan dosen seperti memberikan pelatihan, penyuluhan, atau pendampingan, tanpa mengharapkan imbalan
Adapun bentuk kegiatan antara lain, memberikan pelatihan keterampilan, penyuluhan, pendampingan UMKM, pembangunan fasilitas, dan literasi.
Dan manfaat bagi patatih adalah, bisa mengembangkan empati, integritas, soft skill (komunikasi/kepemimpinan), dan memperluas relasi.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian untuk membantu memecahkan masalah secara konkrit, yang dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan, konsultasi,” kata Prof Agung.
Prof Agung mengatakan, dipilihnya NPCI Sumut tak lain, karena para atlet difable daerah ini merupakan lumbung medali bagi daerah ini disetiap event baik tingkat nasional maupun internasional.
“Makanya kami program pengabdian masyarakat ini khusus kami sampaikan ke NPCI Sumut, dimana kebanyakan pelatihnya berasal dari FIK Unimed,” pungkas Prof Agung mengakhiri.
Sementara Ketua NPCI Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting kepada awak media di Medan, Selasa (3/4/2026) mengatakan, dilakukannya pengabdian masyarakat oleh dosen FIK Unimed, diharapkan nantinya bisa menjadi keuntungan positif bagi para pelatih senior dan pemula dan sebaliknya terhadap atlet senior dan junior lebih baik lagi kedepan.
“Saya menyambut baik dan berterima kasih pada FIK Unimed yang memberikan masukan-
masukan positif bagi NPCI Sumut. Sebab program pengabdian masyarakat ini bisa meningkatkan kualitas pelatih saat melatih atlet lewat pendekatan kekeluargaan,” ucap Alan.
Dikatakan, selama ini para pelatih bertugas hanya memberikan materi-materi berlatih yang baik dengan tujuan agar atlet yang dilatih harus bisa mencapai target sesuai diinginkan.
Sedangkan pendekatan secara persuasif terhadap para atlet terkadang terlupakan. Maka sering terjadi ketidak cocokan antara pelatih dengan atlet, yang mana bisa merugikan atlet itu ssndiri.
“Tapi lewat program pengabdian masyarakat yang dilakukan para desen dari Unimed ini, merupakan trobosan brilian. Apalagi program ini, mengajarkan untuk saling memiliki. Artinya seperti pemerintah mengayomi masyarakat,” ujar Alan mengakhiri. (ayu)





