Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Tembus Rekor Dunia

Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Tembus Rekor Dunia
Mendagri Tito Karnavian. (Foto : Rambe/Bisanews).

JAKARTA | Bisanews.id | Sukses melaksanakan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan diberikan di Gedung Sasana Bhakti Kencana, Kemendagri, Jakarta, Senin (5/9/2022).

Penyerahan penghargaan MURI dilakukan bersamaan dengan pemberian penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada sejumlah kepala daerah.

Selain Mendagri Muhammad Tito Karnavian, hadir pula pendiri MURI, Jaya Suprana, dan Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Bahtiar Baharuddin, serta perwakilan beberapa kepala daerah yang mendapat penghargaan dari Mendagri Tito.

Jaya Suprana mengungkapkan, penghargaan yang diberikannya, baik kepada Kemendagri maupun Tito Karnavian, bukan semata-mata karena Mendagri mantan Kapolri. Melainkan juga karena Mendagri merupakan putra terbaik Indonesia.

“Saya kira penghargaan ini akan didukung oleh Gusdur maupun Jenderal Hoegeng,” kata Jaya Suprana disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Dilanjutkannya, kegiatan yang mencanangkan pembagian 10 juta bendera, yang kemudian berhasil menembus angka hampir 13 juta, merupakan kegiatan melampaui anggaran yang dicanangkan. Jaya juga mengatakan telah memeriksa rekor 12 juta bendera itu, dan hasilnya rekor yang tadinya dicalonkan sebagai rekor nasional, dimasukkan ke dalam rekor dunia.

“Mungkin ini menyalahi anggaran, tapi ini merupakan upaya melampaui yang konstruktif. Maka dengan berat hati, rekor ini kami tolak dicalonkan sebagai rekor nasional. Karena setelah kami periksa, ini adalah rekor dunia,” ungkapnya.

Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Tembus Rekor Dunia
Pendiri MURI Jaya Suprana. (Foto : Rambe/Bisanews).

Menyambut penghargaan yang diberikan, Mendagri Tito mengatakan, pembagian 10 Juta bendera merah putih tadinya bukanlah kegiatan yang direncanakan sejak awal tahun. Namun karena tugas dari Kemendagri secara umum adalah menjaga wawasan kebangsaan, maka melalui Direktorat Jenderal Polpum kegiatan itu dapat terselenggara.

Dilanjutkannya, nilai kebangsaan yang ada selama ini dan hidup di dalam imajinasi bangsa, tidak boleh sebatas diambil secara taken for granted (diterima begitu saja) tanpa melakukan upaya mempertahankan keunikan bangsa.

“Kalau kita ditaruh di peta Eropa, Eropa akan tertutup dari Portugal hingga Moscow. Dan jika ditaruh di peta Amerika, dari Sans Fransisko sampai New York akan tertutup. Tapi yang lebih dari pada itu kita adalah negara yang sangat plural dengan 1.300 lebih suku, dan lebih 700 bahasa lokal, beragam keturunan ras, dan ragam agama,” terang Tito.

Pembagian 10 juta bendera, lanjutnya, merupakan upaya Kemendagri untuk menjaga api kebangsaan menyambut HUT ke-77 Republik Indonesia, dan upaya menjaga 4 pilar kebangsaan NKRI.

“Setting dari kegiatan ini tadinya sempat membuat saya pesimis. Tapi laporan dari Dirjen Polpum kepada saya saat itu, kalau 10 juta di Jatim saja menyanggupi. Ini membuat saya optimis,” ungkapnya.

Selain jumlah bendera, hal unik lain adalah setting acara dari sisi tempat yang diselenggarakan di Aceh, Papua, dan Jawa Timur.

Sebelumnya, dalam laporannya Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar Baharuddin mengungkapkan, jumlah bendera yang tercatat telah dibagikan di angka 13 juta bendera lebih.

“Catatan 31 Agustus 2022 12.070.000 bendera lebih yang setiap hari kami cek. Jadi kalau ada yang mau mengalahkan ini, ya harus 13 juta,” kata Dirjen Polpum Bahtiar Baharuddin.

Writer: RambeEditor: Abdul Muis