MEDAN | Bisanews.id | Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai tempat latihan untuk menempa diri, guna menghadapi “pertarungan” pada sebelas bulan berikutnya.
Hal itu disampaikan Bobby pada Peringatan Nuzulul Qur’an di Ramadan Fair Ke-XVII, Taman Sri Deli, Medan, Jumat (7/4/2023) malam.
“Selama sebulan penuh di Ramadan ini sebagai tempat latihan untuk menempa diri kita. Sedangkan 11 bulan lainnya kita jadikan sebagai tempat pertarungan sebenarnya. Artinya, bulan Ramadan ini menjadi pengingat untuk memperbaiki diri, sehingga menjadi pribadi lebih baik lagi ke depannya,” kata Bobby.
Orang nomor satu di Pemko Medan itu juga mengajak untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa Nuzulul Qur’an (pertama kali turunnya wahyu/Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW), untuk membentuk pribadi yang lebih baik.
“Di malam yang istimewa ini banyak sekali peristiwa-peristiwa istimewa di dalamnya. Untuk itu, mari kita mengambil pembelajaran dan hikmahnya, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Menantu Presiden Joko Widodo itu mengungkapkan, saat ini Pemko Medan tengah berbenah diri dengan melakukan sejumlah pembangunan fisik.
Namun, menurutnya, pihaknya tidak hanya menginginkan kesuksesan pembangunan fisik saja, tapi juga sukses membangun sumber daya manusia (SDM) yang berlandaskan agama.
Karena itu, dia mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, sehingga pembangunan yang dilakukan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi warga.
Sementara Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Muhammad Yasir Tanjung dalam tausiahnya mengajak umat Islam untuk senantiasa membaca dan mengamalkan Al Qur’an.
“Ajarilah anak dan cucu kita agar senantiasa hidup berdampingan dengan Al Qur’an. Sebab, banyak yang hidup dan berjalan di muka bumi Allah ini karena keberkahan Al Qur’an”, imbau Yasir.
“Untuk itu, mari kita jadikan Al Qur’an ini sebagai pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita beserta keluarga (mendapat) berkah,” ajaknya.
Hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda Kota Medan, Sekda Kota Medan Wiriya Al Rahman, perangkat daerah, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.





