Jaga Layanan Publik Tetap Aman, Pemko Medan Perkuat Kesadaran Keamanan SPBE

Jaga Layanan Publik Tetap Aman, Pemko Medan Perkuat Kesadaran Keamanan SPBE
Dinas Komunikasi dan Informatika Medan gelar Kegiatan Sosialisasi Terkait Edukasi Kesadaran Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang digelar di Aula Kantor Dinas Kominfo, Kamis (17/9/26). (Foto : ist)

Medan | bisanews.id | Ketika pelayanan pemerintahan semakin bergantung pada teknologi, celah keamanan digital juga menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan.

Satu kelalaian dalam menjaga akun, membuka tautan, maupun mengelola informasi dapat berdampak pada keamanan sistem pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menyadari hal tersebut, Pemko Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkuat kesadaran keamanan digital di lingkungan pemerintahan. Upaya itu dilakukan melalui Kegiatan Sosialisasi Terkait Edukasi Kesadaran Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang digelar di Aula Kantor Dinas Kominfo, Kamis (17/9/26)

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane yang diwakili Sekretaris Dinas Budi Hariono. Sosialisasi diikuti para pejabat serta pengelola teknologi informasi dari perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Dua pemateri dihadirkan untuk memberikan penguatan terkait keamanan informasi. Pemateri pertama, Dr. Budi Triandi, M.Kom., akademisi Universitas Potensi Utama, dan pemateri kedua Vita Monica Sari, Chief Operating Officer (COO) Mitra Multi Manajemen.

Keduanya menekankan bahwa membangun sistem pemerintahan digital yang aman tidak cukup hanya dengan mengandalkan perangkat teknologi.

Faktor manusia juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan informasi.

Karena itu, keamanan SPBE bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas Kominfo. Seluruh perangkat daerah dan ASN memiliki peran penting sebagai pengguna sistem sekaligus pengelola informasi pemerintahan.

Kesadaran tersebut dapat dibangun dari kebiasaan sederhana namun krusial, mulai dari menjaga kerahasiaan akun dan kata sandi, tidak sembarangan membuka tautan maupun lampiran, hingga segera melaporkan apabila menemukan indikasi insiden keamanan.

Langkah ini menjadi semakin penting seiring dengan arah transformasi digital Pemko Medan yang mendorong tata kelola pemerintahan berbasis data, teknologi, dan inovasi.

Penguatan keamanan SPBE tersebut juga sejalan dengan visi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam mewujudkan Medan BERTUAH yang inklusif, maju, dan berkelanjutan.

Semangat transformasi menuju Medan Satu Data tidak hanya membutuhkan sistem digital yang terintegrasi, tetapi juga ekosistem pemerintahan yang memiliki kesadaran kuat terhadap keamanan informasi.

Melalui sosialisasi ini, Pemko Medan mendorong terbentuknya budaya keamanan informasi di seluruh perangkat daerah.

Dengan kesadaran yang tumbuh secara bersama, penyelenggaraan SPBE diharapkan semakin aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mampu menopang peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Transformasi digital pemerintahan pada akhirnya bukan hanya soal seberapa cepat layanan berpindah ke sistem elektronik, tetapi juga seberapa kuat pemerintah memastikan data dan informasi masyarakat tetap terlindungi. (rel/ayu)