Kades Marjanji Aceh Bantah Pemberitaan yang Sebut Dirinya Pinjamkan Dana Desa kepada Warga

Kades Marjanji Aceh Bantah Pemberitaan yang Sebut Dirinya Pinjamkan Dana Desa kepada Warga
Kantor Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan. (Foto: Kiki).

ASAHAN | Bisanews.id |Kepala Desa (Kades) Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Rayani Sianipar, membantah pemberitaan media online yang menyebut dirinya meminjamkan Dana Desa Rp75 juta kepada warganya.

“Tudingan bahwa saya meminjamkan Dana Desa sebesar 75 juta rupiah kepada warga sebagaimana yang diberitakan oleh beberapa media online adalah tidak benar”, ucap Rayani, kepada Bisanews.id, Senin (25/3/2024), di ruang kerjanya.

Menurut Rayani, mungkin karena dia enggan meminjamkan uang itu kepada warga, akhirnya banyak berita miring tentang dirinya yang beredar di masyarakat.

“Saya sangat menyesalkan sikap orang yang telah sengaja memberikan keterangan palsu atau hoaks kepada sejumlah media online”, ujarnya.

Rayani menceritakan, saat pandemi 2021 dia didatangi seseorang yang meminjam uang Rp50 juta. Padahal, sebelumnya orang tersebut telah beberapa kali meminjam uang kepadanya. Total jumlah pinjamannya Rp25 juta. Rayani pun meminjamkan Rp50 juta, sehingga jumlah pinjamannya menjadi Rp75 juta.

“Selama tiga minggu, semua uang yang dipinjamnya dikembalikan lagi. Setelah itu, dia kembali ingin meminjam uang dari saya. Namun, karena pandemi saya tak sanggup lagi memberikan pinjaman”, tuturnya.

Selain itu, kata Rayani, sejumlah oknum yang diduga orang suruhan, sengaja mendatangi rumah warga untuk meminta menandatangani surat pernyataan keberatan atas kinerjanya sebagai kades.

“Ada oknum yang sengaja meminta 11 tanda tangan warga untuk surat pernyataan itu. Ada 4 warga yang sudah mencabut pernyataan dengan kesadarannya sendiri. Anehnya lagi, ada di antaranya yang buta huruf dan tidak bisa menulis, tapi diminta untuk tanda tangan,” paparnya.

Terpisah, salah seorang warga Desa Marjanji Aceh, Asmin Siagian, yang mengaku ikut menandatangani surat pernyataan tersebut, saat ditemui Bisanews.id, mengatakan, awalnya dia baru pulang dari kebun. Begitu sampai di rumah, dia didatangi dua warga dan meminta untuk menandatangani surat pernyataan tersebut.

“Aku pun gak ngerti kali apa maksud dan tujuan orang itu. Dimintanya aku nulis. Aku tidak tahu baca dan nulis. Ditulis orang itulah namaku, disuruhlah aku menandatanganinya,” katanya. (Kiki)